Pemijat Tuna Netra Berkisah tentang Putranya yang Lulus Test IPDN

Pemijat Tuna Netra Berkisah tentang Putranya yang Lulus Test IPDN
Chalikul Hafiz, praja IPDN angkatan 2014 bersama kedua orang tuanya. Foto: Ken Girsang/JPNN

Kebahagiaan juga dikemukakan Chalikul. Betapa tidak, ia yang bercita-cita ingin menjadi camat sejak masih duduk di SMA Al Maksum Jatinangor ini, masuk IPDN sebagai sebuah berkah luar biasa dari Yang Maha Kuasa.

"Saya masuk IPDN ingin mengurangi tanggungan keluarga. Nilai test waktu itu mencapai 336, batas minimal 250. Sekarang uang saku yang saya peroleh Rp 250 ribu per bulan ditabung dulu. Jadi kalau orangtua perlu nelpon, bisa digunakan," ujarnya. (gir)

 


AROMA minyak gosok masih cukup kental memenuhi ruangan kecil berukuran tak lebih dari 2x2 meter, menyempil di gang sempit yang terletak persis di


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News