Pemilu Dicurang, Suu Kyi Tak Menyerah

Pemilu Dicurang, Suu Kyi Tak Menyerah
Pemilu Dicurang, Suu Kyi Tak Menyerah
"Seperti yang selalu saya tegaskan, saya sangat yakin pada Thein Sein. Saya tahu, dia tidak akan ingkar janji. Tapi, saya tidak bisa memastikan seberapa banyak dukungan yang dia miliki," beber Suu Kyi. Tanpa dukungan yang kuat, khususnya dari pihak militer, akan sulit bagi Thein Sein untuk mewujudkan reformasi demokrasi. Apalagi, untuk meyakinkan Barat agar mencabut embargo atas Myanmar.

Sebenarnya, kalah atau menangnya oposisi dalam pemilu sela tak akan banyak memberikan perubahan terhadap pemerintahan. Dari total 440 kursi yang ada di majelis rendah atau Pyithu Hluttaw, hanya 45 yang diperebutkan dalam pemilu sela Minggu nanti (1/4). Seandainya oposisi menyapu bersih seluruh kursi pun, mereka tak akan mampu melawan dominasi pemerintah yang duduk di majelis rendah.

Padahal, majelis tinggi atau Amyotha Hluttaw yang beranggotakan 224 orang pun dikuasai pemerintah. Meski oposisi tak akan mampu menggeser dominasi pemerintah, Suu Kyi tetap menganggap pemilu sela yang dia ikuti tersebut sebagai momentum penting. Setidaknya, untuk menguji komitmen pemerintahan Thein Sein terhadap kebebasan demokrasi.

Pekan lalu, dalam pidato yang disiarkan nasional, Thein Sein mengakui adanya beberapa kesalahan dalam persiapan pemilu sela. "Ada kekacauan dalam daftar pemilih. Tapi, saya imbau kepada rakyat dan jajaran pejabat pemerintahan di seluruh Myanmar untuk menghormati keputusan para pemilih," ujarnya. Dia juga kembali menyatakan jaminannya terhadap pemilu yang jujur, bebas dan adil. (AFP/AP/BBC/hep/ami)

YANGON - Pemilu sela Myanmar bakal dihelat besok. Tapi, dua hari menjelang pencoblosan kemarin (30/3), Aung San Suu Kyi meragukan pemilihan anggota


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News