Pemkab Sikapi Serius Polemik FPI

Pemkab Sikapi Serius Polemik FPI
Pemkab Sikapi Serius Polemik FPI
“Ormas yang ada di Kotim juga membantu untuk keharmonisan kemasyarakatan dan kerukunan hidup bergamaa, termasuk FKUB yang telah dikukuhkan kepengurusan yang baru,” katanya.

Seperti diberitakan, pelantikan FPI Kotim yang rencananya dilakukan Minggu (12/2) malam, sekaligus acara perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami Sampit, batal dilakukan. Hal itu menyusul batalnya kedatangan Habib Rizieq selaku pimpinan tertinggi ormas tersebut.

“Karena ternyata ada halangan yang menyebabkan batalnya kedatangan Habib Riziq, ya terpaksa pelantikan dibatalkan dulu,” ucap Ustaz Arman selaku sekretaris kegiatan kepada Radar Sampit (Grup JPNN).

Selain itu, Lembaga Musyawarah Masyarkat Dayak Daerah Kotawaringin Timur (LMMDD-KT) dan Dewan Adat Dayak (DAD) Kotim telah menggelar rapat di markasnya di Jalan Achmad Yani Sampit. Rapat itu dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama serta dari pihak keamanan, Kodim 1015 Sampit dan Polres Kotim.

Mereka sepakat agar pembentukan FPI Kotim untuk sementara ditangguhkan, mengingat organisasi tersebut dianggap belum saatnya hadir ditengah kondisi daerah yang saat ini benar-benar kondusif.

SAMPIT – Kisruh penolakan terhadap pembentukan Front Pembela Islam (FPI) di Kalimantan Tengah (Kalteng) disikapi serius Pemerintah Kabupaten

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News