Pemkot Surabaya Siapkan Dokter untuk Pantau Warga yang Kembali dari Wuhan

Pemkot Surabaya Siapkan Dokter untuk Pantau Warga yang Kembali dari Wuhan
Petugas medis menyemprotkan cairan disinfektan pada WNI yang dipulangkan dari Wuhan, China, di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau. Foto: Kemenlu/Antara

jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah pusat telah melakukan evakuasi terhadap ratusan WNI yang berada di Wuhan, China untuk ditempatkan di karantina Pulau Natuna, Kepri.

Menyikapi hal itu, Pemkot Surabaya melalui Dinas Kesehatan Kota telah menyiapkan dokter dari Puskesmas, untuk memantau kondisi warganya setelah tiba di Surabaya nanti.

Dokter dari Puskesmas tersebut akan melakukan pemantauan terhadap warga pasca-pemulangan dari Kota Wuhan oleh pemerintah pusat.

Menurut Febria Rachmanita, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, akan menunggu proses karantina di Natuna selama 14 hari, sesuai masa inkubasi virus corona hingga steril.

"Jika nanti proses karantina dinyatakan aman, kami tetap melakukan pemantauan kepada warga yang datang dari Wuhan tersebut," kata Febria.

Dinas Kesehatan Kota Surabaya masih belum memiliki data jumlah warga asal Surabaya yang dikarantina.

Dia mengimbau kepada masyarakat, bahwa warga dari Wuhan yang sudah menjalani karantina dipastikan telah aman dan tidak perlu untuk dirisaukan. (pul/pojokpitu/jpnn)

Pemkot Surabaya menunggu proses karantina terhadap warga yang baru pulang dari Wuhan dan berada di Natuna saat ini.


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News