Pemprov Jatim vs Pemkot Surabaya di Klaster Sampoerna, Ini Peringatan Keras dari Dokter Joni

Pemprov Jatim vs Pemkot Surabaya di Klaster Sampoerna, Ini Peringatan Keras dari Dokter Joni
Koordinator Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Dokter Joni Wahyuadi. Foto: ngopibareng

jpnn.com, SURABAYA - Adu argumen antara Pemprov Jawa Timur dengan Pemerintah Kota Surabaya soal penanganan klaster baru corona di pabrik rokok H.M Sampoerna sudah mulai mereda.

Koordinator Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dr. Joni Wahyuadi, lebih memilih cooling down dan mengajak Pemkot Surabaya bekerja sama lebih erat.

Menurut dia, dibutuhkan koordinasi yang kuat untuk  melayani warga yang terpapar corona. Termasuk, pada perusahaan yang menambah deretan klaster penyebaran covid-19..

Meski mengajak cooling down, Dokter Joni masih tetap menyampaikan sejumlah poin kritik kepada Pemkot Surabaya. 

Berikut pesan dari Dokter Joni untuk Pemkot Surabaya: 

1. Pemkot Surabaya harus koordinatif

Dokter Joni meminta Pemkot Surabaya berkoordinasi baik dengan Pemerintah Provinsi Jatim dalam rangka penanganan corona. Karena, ada hal-hal yang dirasa missed dan membuat permasalahan baru.

2. Jangan merasa yang paling benar

Koordinator Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur dokter Joni Wahyuadi angkat suara terkait perdebatan Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya soal klaster Sampoerna

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News