Pemuda Dihajar Massa, Menangis di Pelukan Ibundanya

Pemuda Dihajar Massa, Menangis di Pelukan Ibundanya
Ilustrasi Foto: pixabay

Karena khawatir dengan keselamatan NZ, Zainul lantas mengajak guru lainnya untuk menyelidiki dan menyanggong rencana pertemuan kedua Ronny dengan NZ.

Warga sekitar yang mendengar, juga ikut menyanggong. Mereka kemudian mengatur strategi untuk melakukan penangkapan.

Saat hujan turun deras, Ronny yang mengendarai sepeda motor Honda Vario datang. Ia mencari NZ yang akan diajaknya jalan-jalan.

Melihat gelagatnya yang mencurigakan, apalagi NZ saat ditanya membenarkan, warga langsung mendekati.

Ketika ditanya maksud tujuannya, Ronny malah melawan. Warga yang terpancing emosinya, lantas menangkap dan menghakiminya ramai-ramai hingga babak belur. Setelah itu, Ronny diserahkan ke polisi.

Sewaktu dibawa ke Polres Malang, ibu serta kakak Ronny datang untuk melihat. Ketika bertemu, Ronny langsung menangis dan memeluk ibunya. Ronny dikatakan ibunya adalah pemuda berkebutuhan khusus.

"Untuk proses penyelidikannya ditangani oleh UPPA Polres Malang. Kami hanya membantu mengamankannya dari amukan massa," terang Kapolsek Pakisaji, AKP Suyoto. (agp/jon)

 


Ronny Prasetya Budi, 22 tahun, warga Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji , Malang, babak belur dihakimi massa karena dicurigai akan menculik anak.


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News