Pemuda Dihajar Massa, Menangis di Pelukan Ibundanya

Pemuda Dihajar Massa, Menangis di Pelukan Ibundanya
Ilustrasi Foto: pixabay

jpnn.com, MALANG - Ronny Prasetya Budi, 22 tahun, warga Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji , Malang, babak belur dihakimi massa karena dicurigai akan menculik anak.

Untungnya saat massa semakin banyak, petugas Pos Lantas Kebonagung yang mendapat laporan segera datang dan mengamankannya.

Dengan kondisi babak belur, Ronny lantas digelandang ke Pos Lantas Kebonagung, dari lokasi kejadian di Kebonagung, Pakisaji.

Kemudian setelah diinterogasi, Ronny diserahkan ke UPPA Polres Malang. Hingga semalam polisi masih menyelidiki kebenaran dugaan penculikan tersebut.

"Saya tidak menculik. Hanya ingin mengajaknya jalan-jalan saja," kata Ronny sembari menangis dipelukan ibunya saat di UPPA Polres Malang.

Kejadian yang mengundang massa ini, berawal dari keresahan orangtua NZ, warga Kebonagung, Pakisaji. Pasalnya Sabtu lalu, sepulang sekolah NZ, 8, pelajar SD ini sempat hilang saat bermain. Orangtuanya sempat mencari kemana-mana namun tidak ada.

Setelah ditanyakan ke beberapa orang, diketahui kalau NZ pergi dengan pemuda misterius. Selama diajak pergi NZ, diberi uang sebesar Rp 10 ribu oleh pemuda yang mengajaknya. Kabar itupun langsung menjadi perbincangan warga sekitar.

Zainul Arifin, guru olahraga NZ yang mendengar, lantas menanyakan kepada NZ. Dari pengakuan NZ, kalau siang sekitar pukul 13.00, pemuda misterius tersebut mengajak ketemuan lagi di sekitar lapangan Kebonagung.

Ronny Prasetya Budi, 22 tahun, warga Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji , Malang, babak belur dihakimi massa karena dicurigai akan menculik anak.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News