Pendaftaran PPDB SMAN Diperpanjang, Sekolah Swasta Mengeluh

Pendaftaran PPDB SMAN Diperpanjang, Sekolah Swasta Mengeluh
Sejumlah anak dan orangtua saat menunggu dibukanya loket PPDB di SMK Negeri 1 Bojonggede, Kabupaten Bogor, Rabu (19/6). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Sekolah swasta keberatan dengan kebijakan memperpanjang masa pendaftaran PPDB (penerimaan peserta didik baru) SMA Negeri 2019 di Jatim. Sejumlah SMA swasta justru mengeluhkan adanya injury time itu lantaran potensi mendapatkan siswa semakin kecil.

SMA PGRI 1 Ngawi yang tahun ini membuka tiga rombongan belajar (rombel), misalnya, hingga Jumat (21/6) baru memperoleh satu murid.

‘’Perpanjangan jadwal itu (pendaftaran PPDB SMAN, Red) menutup peluang calon pendaftar yang mestinya datang ke sekolah swasta,’’ keluh Kepala SMA PGRI 1 Ngawi Nanang Purwanto.

Nanang menyebut, penerapan sistem zonasi juga membuat sekolah-sekolah terancam kekurangan siswa. Sebab, jika sebelumnya bisa mendapat lulusan SMP yang tereliminasi dari perangkingan nilai di PPDB SMA negeri, kini peluang itu menipis.

Pasalnya, dengan PPDB zonasi, berapa pun nilainya mutlak diterima asalkan jarak sekolah dan rumahnya dekat.

BACA JUGA: Sofia Menangis, Anak Tak Lolos PPDB Sistem Zonasi Hanya Karena Salah Ketik Alamat

‘’Sistem zonasi saja sudah membuat sekolah swasta seperti kami bingung. Ini malah pendaftaran diperpanjang. Tahun lalu tiba-tiba juga ada gelombang kedua pendaftaran,’’ ungkap Nanang.

Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Madiun-Ngawi Supardi mengamini adanya perpanjangan masa pendaftaran PPDB. Jika semula dijadwalkan berakhir pada Kamis (20/6) pukul 23.59, diundur menjadi sampai Jumat pukul 23.59.

Masa pendaftaran PPDB SMA Negeri di wilayah Jatim diperpanjang, sekolah sawsta khawatir tidak mendapatkan calon siswa.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News