Pendatang di Batam Gunakan KTP Palsu

Pendatang di Batam Gunakan KTP Palsu
Pendatang di Batam Gunakan KTP Palsu
BATAM - Syaiful Anwar (25) tidak bisa mengelak ketika petugas dari Dinas Kependudukan di bandara Hang Nadim Batam meminta kartu identitasnya di pintu kedatangan bandara, Jumat (23/9). Ia memang menyodorkan KTP Batam. Namun, saat diperiksa, ternyata KTP itu palsu dan tak terdaftar di Disduk dan Capil Batam.

Kepada petugas Syaiful mengaku membuat KTP itu melalui orang lain di Batam. Dalam kartu tanda penduduknya, Syaiful tinggal di kampung Seraya, Batu Ampar. Laki-laki yang bekerja di sebuah warung makan ini mengaku dibuatkan KTP oleh bosnya dengan biaya Rp 250 ribu. " Bos saya yang membuat KTP itu, saya tidak tahu itu palsu. Saya dimintai uang 250 ribu, itu pun saya bayar dengan potong gaji," katanya.

M. Thamrin, Ketua pelaksana pengendalian penduduk Bandara Hang Nadim Batam mengatakan pihaknya menahan KTP Syaiful karena curiga dengan ciri fisik KTP yang agak lain dari biasanya. Setelah dikonfirmasi ke kantor pusat Disduk, Sekupang ternyata benar KTP atas nama Syaiful belum terdaftar. " Saya lihat KTPnya kok agak lain. Kemudian saya tanya ke kantor dinas, ternyata benar KTPnya memang belum terdaftar," katanya.

Dalam sebulan terakhir Pelaksana Pengendalian Penduduk, dinas Kependudukan kota Batam telah mengamankan sekitar tujuh kartu tanda penduduk palsu dan dua buah Kartu keluarga palsu. KTP yang palsu itu di antaranya atas nama Rustanti, Syaiful Anwar, Nur Khozim, Heru Oktaviantono, Muklis Ali, Tugiman, dan Mat Marie. Sedangkan kartu keluarga Palsu atas nama Rustanti dan Syaiful Anwar.

BATAM - Syaiful Anwar (25) tidak bisa mengelak ketika petugas dari Dinas Kependudukan di bandara Hang Nadim Batam meminta kartu identitasnya di pintu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News