Pendukung FPI Duga Insiden Bom di Makassar Ditunggangi Intelijen

Pendukung FPI Duga Insiden Bom di Makassar Ditunggangi Intelijen
Tim Densus 88 Antiteror. Foto ilustrasi: Bambang Dwi Marwoto

Hal senada juga diungkapkan, anggota TP3 enam laskar FPI Marwan Batubara. Dia menilai rangkaian ledakan bom yang memamerkan atribut FPI sebagai barang bukti penangkapan terduga teroris, seperti sebuah rekayasa.

"Saya kira kami tidak terlalu ambil pusing dengan itu, karena kami tahu itu bagian dari rekayasa," ujar dia di Gedung DPR, Jakarta, Selasa.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya memamerkan sejumlah barang bukti hasil penggerebekan terduga teroris di Jakarta Timur dan Bekasi, Senin (29/3).

Barang bukti itu di antaranya sejumlah senjata tajam, kaus bergambar, baju seragam FPI, buku berjudul Dialog FPI Amar Makruf Nahi Mungkar.

Selain itu, beberapa rangkaian kabel yang diduga alat pemicu untuk bom rakitan, kemudian ada kartu identitas, dokumen, dan barang lainnya. (ast/jpnn)

Ketua Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) enam laskar FPI Abdullah Hehamahua menduga intelijen menunggangi insiden ledakan bom bunuh diri di Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3).


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News