Peneliti Sebut Penyebab Omicron Cepat Menyebar, Ternyata Karena ini

Peneliti Sebut Penyebab Omicron Cepat Menyebar, Ternyata Karena ini
Hasil tangkapan layar Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman yang juga Dewan Juri RKSA 2021, Prof. Amin Soebandrio dalam konferensi pers yang digelar virtual, Kamis (2/9/2021). (ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)

jpnn.com, JAKARTA - Varian baru COVID-19, Omicron, terkesan lebih cepat menyebar dibanding varian-varian lainnya.

Menurut peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Amin Soebandrio, kemungkinan karena mereka yang terinfeksi hampir tidak bergejala.

"Kelihatannya saat ini yang menyebabkan dia (Omicron) menyebar justru karena orang yang terinfeksi itu hampir tidak bergejala, ringan sekali."

"Mereka tetap beraktivitas, tetap berpergian, bahkan sampai ke luar negeri," ujar peneliti di Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman BRIN itu saat dihubungi di Jakarta, Jumat (17/12).

Menurut Amin, karena merasa tidak bergejala atau bergejala ringan, orang yang terinfeksi Omicron tetap merasa bebas beraktivitas di tengah masyarakat dan bepergian.

Hal itu menyebabkan penularan Omicron yang cepat dan meluas dari satu negara ke negara lain, bahkan keluar benua.

Dengan gejala klinis bersifat ringan atau tidak bergejala, orang yang membawa virus itu tidak merasa sakit sehingga lebih mudah untuk berkeliaran dan bepergian sampai jarak jauh.

Itu mengakibatkan virus tersebut lebih cepat ditularkan kepada orang lain.

Peneliti menyebut penyebab varian COVID-19, Omicron cepat menyebar, ternyata karena hal ini.

Sumber ANTARA

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News