Penerima Program Pertanian Masuk Sekolah Tetap Beraktivitas di Tengah Wabah Covid-19

Penerima Program Pertanian Masuk Sekolah Tetap Beraktivitas di Tengah Wabah Covid-19
Para guru dan siswa penerima program Pertanian Masuk Sekolah (PMS) tetap melakukan aktivitas pertanaman di tengah pandemi Covid-19. Foto: Humas Kementan

Hal yang sama juga ditemukan di Madrasah Aliyah (MA) Al-Islam Kemuja, Bangka Belitung. Sekolah penerima PMS tahun 2019 ini, sudah beberapa kali panen sayuran seperti kangkung, kacang tanah, timun, kacang panjang, cabai, dan jagung. Pertanaman itu terhampar di lahan seluas 4000 m.

“Alhamdulillah bulan kemarin baru panen sayur sebanyak 600 kg, kacang panjang 20 kg dan kangkung 80 kg,” jelas Kupni, Kepala Sekolah MA Al-Islam Kemuja.

Hasil panen sebagian dijual ke pembeli di Desa Kemuja, dan juga sebagian untuk dapur makan di MA Al-Islam. Hasil penjualan digunakan untuk modal penanaman berikutnya dan juga untuk membeli konsumsi berupa kue untuk siswa dan guru dalam kegiatan seni dan olahraga yang diselenggarakan oleh sekolah.

Seiring dengan merebaknya Pandemi Covid-19, seperti SMA Muhammadiyah 8 Palembang, pihaknya juga menerapkan sistem piket untuk melakukan pengawasan terhadap kondisi tanaman di sekolah. 

“Kami bergantian melakukan penyiraman dan mengontrol tanaman, karena siswa diliburkan untuk sementara,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, PMS ini sangat bermanfaat bagi siswa dan guru, karena mereka terlibat langsung dalam aktifitas pertanaman, sehingga terbentuk pemahaman cara bertanam yang baik.

“Kami berharap kegiatan ini terus berjalan karena memberikan dampak positif bagi  siswa sehingga mereka paham bercocok tanam dan ada ketertarikan untuk menekuni dunia pertanian,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi mengatakan tujuan PMS untuk memberikan stimulus bagi generasi muda untuk mencintai dunia pertanian.

Para guru dan siswa penerima program Pertanian Masuk Sekolah (PMS) tetap melakukan aktivitas pertanaman di tengah pandemi Covid-19.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News