Penerimaan Pajak Tembus Rp 263 T

Penerimaan Pajak Tembus Rp 263 T
Penerimaan Pajak Tembus Rp 263 T
Dia menyebut, salah satu faktor yang akan mendongkrak penerimaan adalah pos PPN. Sebab, sepanjang paro kedua banyak aktivitas seperti puasa, Lebaran, dan Natal yang akan mendorong konsumsi masyarakat, sehingga pajak pun akan naik signifikan. "Postur penerimaan (pajak) kita memang biasanya lebih besar di belakang, mulai periode Juli hingga Desember," terangnya.

Ditjen Bea Cukai juga mencatat kinerja menggembirakan. Dirjen Bea Cukai Thomas Sugijata mengatakan, penerimaan bea dan cukai sepanjang paro pertama tahun ini sudah melampaui target. "Total realisasinya Rp 40,2 triliun," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan kemarin.

Thomas merinci, penerimaan per 28 Juni dari pos bea masuk Rp 9,2 triliun atau 61,08 persen dari target setahun. Kemudian pos cukai mengumpulkan penerimaan Rp 31,03 triliun atau 52,6 persen dari target. Satu-satunya pos yang pencapaiannya di bawah target adalah bea keluar yang baru setor Rp 1,7 triliun atau baru 31,9 persen dari target.

"Untuk bea keluar, ini di luar kontrol Ditjen Bea Cukai. Sebab, pengenaannya memang dikaitkan dengan kebijakan untuk perlindungan pasokan dalam negeri, misalnya CPO," katanya. (owi/oki)

JAKARTA - Sepanjang paro pertama tahun ini, sektor pajak menunjukkan kinerja menggembirakan. Hingga akhir Juni, realisasi pundi-pundi pajak sudah


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News