Penetapan Gubernur Sumbar Diwarnai Aksi Penolakan

Penetapan Gubernur Sumbar Diwarnai Aksi Penolakan
Polisi melakukan pengamanan. Foto: ilustrasi.dok.JPNN

Sementara calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar terpilih, Irwan Prayitno-Nasrul Abit mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Sumbar yang telah memilih mereka sebagai pasangan gubernur dan wakil gubernur Sumbar terpilih pada Pilkada 2015 lalu.

“Penetapan yang dilakukan KPU Sumbar hari ini bukan saja kemenangan kami, tetapi juga kemenangan masyarakat Sumbar juga,” kata Irwan Prayitno didampingi Nasrul Abit.

“Kami melihat proses penetapan ini juga ditindaklanjuti oleh KPU Sumbar dengan prosedur dan aturan yang berlaku, yang kemudian dilanjutkan dengan pelatikan,” tambah dia.

Salah seorang saksi MK-FB, Mazhar Putra sempat menyerahkan selembar surat keberatan paslonnya kepada Ketua KPU Sumbar.

“Isi surat itu berisikan penetapan calon terpilih tidak bisa dilangsungkan karena ada persoalan hukum yang harus diselesaikan. Seperti perintah Mahkamah Konstitusi dalam pertimbangannya saat memutuskan perkara PHPU Gubernur Sumbar Jumat (22/1) lalu pada instansi terkait harus menganggap penting penyelesaian dugaan pelanggaran pilkada. Salah satunya soal dugaan ijazah palsu calon wakil gubernur terpilih Nasrul Abit,” katanya.

Dia mengancam kalau paslon terpilih ditetapkan, dia akan gugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Sebelumnya, tepatnya pada Sabtu pagi, paslon nomor urut 1 ini mendatangi KPU Sumbar yang didampingi kuasa hukumnya Ibarani, dan Rudiantho, serta politisi Demokrat, Andi Nurpati. 

Sesampai di depan pintu KPU oleh polisi yang piket disuruh ambil absen tamu dulu, serta menyampaikan maksud kedatangan mereka. Setelah itu mereka menuju ruang Sekretaris KPU Sumbar, Firman.

PADANG – KPU Sumbar telah menggelar rapat pleno penetapan gubernur dan wakil gubernur Sumbar terpilih di Hotel Bumiminang Padang. Pleno

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News