Pengacara Gereja: Penahanan Ini Tindakan Balas Dendam Pemerintah

Pengacara Gereja: Penahanan Ini Tindakan Balas Dendam Pemerintah
Pemerintah Provinsi Zhejiang melarang gereja memajang salib. Foto: AP

jpnn.com - JINHUA - Penahanan pendeta Gereja Kristen Cinta Suci, Bao dan istrinya Xing Wenxiang bersama tujuh pengelola gereja di Jinhua, provinsi Zhejiang di wilayah timur Tiongkok merupakan tindakan balas dendam pemerintah. 

Pengacara pihak gereja mengatakan penahanan kliennya lantaran mereka menggelar aksi protes terhadap penurunan salib gereja mereka oleh negara 

Media pemerintah Tiongkok hari Rabu (5/8) kemarin melaporkan bahwa Bao dan istrinya Xing Wenxiang, ditahan karena telah melakukan penggelapan ratusan ribu yuan uang milik gereja dan "menjalankan bisnis gelap".

Selain itu, dalam laporan yang diterbitkan oleh harian Zhejiang Daily, mereka juga dituduh "dengan sengaja menyembunyikan rekening dan beberapa kali mengaburkan kebenaran untuk mendorong keresahan di antara para kaum beriman.

"Penahanan itu merupakan tindakan balas dendam dari pemerintah," ujar pengacara pihak gereja kepada BBC, seperti dilansir Kamis (6/8).

Ia mengatakan kantor urusan agama setempat memerintahkan gereja untuk menurunkan salib mereka bulan Juni lalu dan gereja menolak. "Saya bisa sampaikan, jika pemimpin gereja patuh pada perintah itu, pasti tak ada masalah. Namun mereka menolak, dan karena itulah mereka ditahan," katanya.

Tiongkok secara resmi atheis, tetapi konstitusinya menjamin kebebasan beragama. Namun gereja, yang bertumbuhan di kawasan tenggara, harus mendapat izin dari negara.(BBC/ray/jpnn)


JINHUA - Penahanan pendeta Gereja Kristen Cinta Suci, Bao dan istrinya Xing Wenxiang bersama tujuh pengelola gereja di Jinhua, provinsi Zhejiang


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News