Pengakuan Mengejutkan Siswa SD Diduga Dibegitukan Nenek 10 Kali

Pengakuan Mengejutkan Siswa SD Diduga Dibegitukan Nenek 10 Kali
Ar, 13, (tengah) pelajar kelas V SD di Kota Palembang kemarin (18/7)memenuhi panggilan pemeriksaan oleh PPA Satreskrim Polresta Palembang. FOTO: BUDIMAN/SUMATERA EKSPRES

”Karena curiga, aku minta anak aku cerita. Akhirnya dia mengaku sudah dibegitukan nenek tersebut,” bebernya.

Yang lebih mengejutkan, korban mengaku sudah 10 kali terjadi dalam dua bulan terakhir. Tiap kali selesai “dibegitukan”, Ar mendapat Rp15 ribu. Selain korban dan ibunya, bibi korban, L juga turut diperiksa.

Sebagai saksi, dia mengatakan kalau kondisi psikologis keponakannya itu shock dan trauma. “Tadi waktu dijemput di sekolah, dia dilihati teman-temannya sehingga merasa malu," timpalnya.

Edi Hendri, perwakilan dari Rumah Perlindungan Sosial Anak Dinsos Sumsel menyatakan, pihaknya mencoba untuk mendampingi supaya hak korban yang masih anak-anak tidak terabaikan. "Terutama kondisi psikologis si anak," katanya.

Pihaknya tidak mencampuri penanganan kasusnya oleh pihak kepolisian. Subjek fokus pendampingan adalah korban, yang notabene masih di bawah umur. "Karena itu, kami juga menyiapkan psikolog," tambahnya.

Meski terjadi kasus ini, hak-hak korban tetap harus terpenuhi. Korban harus bersekolah, main dan lainnya. Melalui pendampingan ini, akan diketahui sejauh apa tingkat trauma psikologis korban.

Dia mendengar cerita korban kepada penyidik tentang indikasi adanya korban lain sang nenek. "Tapi proses hukumnya bukan kewenangan kami," tandas Hendri. Kalau memang nantinya muncul korban lain, tentu pihaknya akan juga memberikan pendampingan.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede melalui Kanit PPA, Ipda Henny Kristiyaningsih menjelaskan, selain korban, ada dua saksi lain yang juga diperiksa. “Mereka diminta keterangannya terkait kasus yang dilaporkan,” imbuhnya.

Penyidik Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polresta Palembang, Sumsel, mengorek keterangan dari mulut Ar, 13, kemarin (18/7).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News