Pengamat Dorong Elite Politik Jadikan Momen Idulfitri Menjalin Rekonsiliasi Pasca-Pilpres 2024

Pengamat Dorong Elite Politik Jadikan Momen Idulfitri Menjalin Rekonsiliasi Pasca-Pilpres 2024
Warga menggunakan hak pilihnya pada Pemilu dan Pilpres 2024. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Populi Center Usep Saepul Ahyar mengatakan suasana hari raya Idulfitri sebaiknya dapat dijadikan momentum para elite partai politik (parpol) maupun calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang bertarung di Pilpres 2024 ini melakukan rekonsiliasi nasional.

Usep beralasan berdasarkan dalil-dalil yang diajukan para pemohon dari tim hukum Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar maupun dari Ganjar Pranowo-Mahfud MD dinilai lemah dan berpotensi ditolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Oleh sebab itu, kata dia, tidak ada pilihan lain lagi selain melakukan rekonsiliasi sebagai jalan tepat untuk membangun persatuan ke depan.

“Dalil-dalil yang dimohonkan ke MK untuk hari ini saya kira tidak begitu kuat dan semua asumsi-asumsi itu, tanpa disodorkan bukti dengan kuat. Saya melihatnya begitu,” ujar Usep, Kamis (11/4/2024).

Usep menambahkan rekonsiliasi dapat dimulai dengan mengakui kekalahan dan mengakui kemenangan lawan, meskipun tidak menutup kemungkinan dalam rekonsiliasi itu terdapat tawar-menawar jabatan, apalagi dari elite parpol yang tidak memiliki tradisi menjadi oposisi.

“Apalagi yang tidak punya tradisi oposisi, ya, rekonsiliasi mungkin lebih baik kalau posisi tawarnya tinggi atau mahal harganya,” ucap Usep.

Namun, bagi Usep, rekonsiliasi bukan berarti menarik semua parpol untuk masuk ke pemerintahan.

Dia mengingatkan harus diberi ruang untuk parpol yang ingin berada di jalur menjadi opisisi sebagai mekanisme mewujudkan pemerintahan yang demokratis.

Pengamat politik Usep Saepul Ahyar mengatakan suasana Idulfitri dapat jadi momentum para elite politik melakukan rekonsiliasi pasca-Pilpres 2024.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News