APDI: Membuka Kotak Pandora SIREKAP Sebagai Saksi Bisu Kejahatan Pilpres 2024

APDI: Membuka Kotak Pandora SIREKAP Sebagai Saksi Bisu Kejahatan Pilpres 2024
Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) sekaligus Koordinator Pergerakan Advokat Indonesia (Perekat) Nusantara seusai diskusi bertema Membuka Kotak Pandora SIREKAP Saksi Bisu Kejahatan Pilpres 2024 yang digelar Aliansi Penegak Demokrasi Indonesia (APDI) di Jakarta, Minggu (7/4). Foto: Friederich Batari/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Aliansi Penegak Demokrasi Indonesia (APDI) terdiri dari Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB), Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Pergerakan Advokat Indonesia (Perekat) Nusantara dan Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) pada Minggu (7/4/2024) menggelar Diskusi Publik Ilmiah Populer bertema Membuka Kotak Pandora SIREKAP Saksi Bisu Kejahatan Pilpres 2024.

Sejumlah narasumber tampak dalam diskusi ini, yakni Dr. Ir. Leony Lidya (Pakar IT, Dosen dan Saksi Ahli Sengketa Pilpres Paslon 03), Ir. Hairul Anas Suaidi (Pakar IT, Pencipta Robot Pencatatan Data Penghitungan Suara Pemilu sekaligus Saksi Fakta Paslon 03 dan Sekjen IA-ITB).

Pembicara berikut adalah Praktisi IT sekaligus Saksi Ahli Paslon 01 Wahyudi, Sekjen PDI Perjuangan Dr. Hasto Kristiyanto dan Pakar Telematika Dr. MRMT Roy Suryo, Koordinator TPDI dan Perekat Nusantara sekaligus Praktisi Hukum Petrus Selestinus serta Aktivis Demokrasi dan Ketua KIPP Kaka Suminta.

Petrus Selestinus menjelaskan tema membuka kotak pandora sangat relevan dan menarik untuk dibedah bersama.

Sebab, menurut Petrus, berbagai teka-teki, misteri bahkan tanda tanya banyak hal oleh publik, tidak dijawab oleh KPU, Bawaslu dan organ terkait lainnya seperti BSSN, BRIN dan ITB seputar Sistem Informasi Rekapitulasi.

“Mereka semua membisu atau tidak transparan, sementara berbagai peraturan yang ada dan menjadi landasan kerja KPU, Bawaslu, BSSN dan lain-lain semuanya menganut asas transparansi, akuntabel, kepastian hukum dan lain-lain,” ujar Petrus.

Lebih lanjut, Petrus mengatakan Prof. Dr. Arief Hidayat, hakim senior MK menyatakan bahwa Pilpres kali ini penuh hiruk pikuk, membingungkan dan berpotensi memecah anak bangsa hanya karena sikap presiden yang dinilai tidak netral.

Petrus berpandangan diskusi ini bermaksud untuk memperkat temuan dan analisis narasumber Pakar IT yang sudah bersaksi di MK oleh karena berdasarkan keahlian dan pengalaman masing-masing di bidang yang relevan dengan SIREKAP. Terutama yang bersumber dari fakta dan peristiwa yang digali dari beberapa narasumber diskusi ini.

Aliansi Penegak Demokrasi Indonesia (APDI) menggelar Diskusi Publik bertema Membuka Kotak Pandora SIREKAP Saksi Bisu Kejahatan Pilpres 2024.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News