JPNN.com

Pengamat: Indonesia Sulit Mengejar Vietnam Bila Orientasi Pendidikan Tak Diubah

Rabu, 15 Juli 2020 – 20:38 WIB
Pengamat: Indonesia Sulit Mengejar Vietnam Bila Orientasi Pendidikan Tak Diubah - JPNN.com
Muhammad Nur Rizal saat memberikan materi webinar. Foto tangkapan layar/mesya

Metakognisi maksudnya adalah belajar bagaimana caranya belajar.

Belajar bisa ditemukan di lingkungan, komunitas, bahkan di persoalan dunia.

GSM, lanjutnya, sudah mengembangkan training blended learning atau hybrid learning yang mengkombinasikan tatap muka, online, dan paling penting adalah orientasinya praktik problem solving. Revolusi belajar anak diajarkan abstract thinking sehingga anak bisa menganalisis dengan baik.

"Blended learning atau hybrid learning adalah orierasi kurikulumnya, orientasi pengawas sekolah, asesmen, guru, tidak hanya mencekokkan pengetahuan kepada siswa tetapi mendorong sistem agar anak itu bisa menemukan sendiri pengetahuannya. Bisa mengolah dan menganalisis sendiri pengetahuannya serta memilih sendiri pengetahuannya," jelas Rizal.

Dosen Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada ini menegaskan, ini harus jadi rujukan utama pada orientasi kebijakan politik pendidikan bangsa ini. Baik dari kementerian, pemda, dan sekolah.

"Sayangnya, orientasi kurikulum, model penilaian asesmennya, dan model pengembangan gurunya belum mampu mendorong guru punya kemampuan berinteraksi, berkolaborasi. Ini yang harus dibongkar lewat hybrid learning," ucapnya.

Dunia pendidikan harus membuat platform perubahan pendidikan. Hybrid learning harus mendorong orientasi pendidikannya mengubah perilaku dan menciptakan layanan baru. Yaitu mengumpulkan segala potensi minat dan bakat guru, sekolah serta anak didik menjadi layanan baru.

"GSM adalah platform perubahan pendidikan. Jadi sekolah-sekolah pinggiran, guru-guru yang tidak favorit, tidak punya akses internet bisa mengembangkan diri sehingga lebih adaptif," tandasnya. (esy/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
adek