Pengamat: Jangan Undur Jadwal Tahun Ajaran Baru, Perkuat Blended Learning

Pengamat: Jangan Undur Jadwal Tahun Ajaran Baru, Perkuat Blended Learning
Tahun ajaran baru. Ilustrasi. Foto/ilustrasi: Radar Gresik

jpnn.com, JAKARTA - Jadwal tahun ajaran baru masih jadi pro kontra di kalangan masyarakat. Sebagian meminta tahun ajaran tetap dilaksanakan Juli mendatang. Tidak sedikit pula yang meminta agar tahun ajaran baru diundur.

Bahkan Pengurus Persatuan Keluarga Besar Taman Siswa Daerah Istimewa Yogyakarta secara khusus meminta agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menunda jadwal tahun ajaran baru dari Juli 2020 menjadi awal 2021.

Usulan mengundurkan tahun ajaran baru ke 2021, menurut pengamat pendidikan Muhammad Nur Rizal terlalu beresiko untuk anak-anak. Sebab, tidak ada jaminan pandemi akan berhenti dan vaksin ditemukan pada waktu tersebut.

Vaksin yang ditemukan dan diujicobakan ke manusia hingga tahapan digandakan atau replikasi hingga miliaran untuk didistribusikan ke seluruh negara saja akan membutuhkan waktu 1-2 tahun lamanya.

"Jadi, pengunduran tidak akan menjamin anak-anak kita bebas dari Covid-19,” kata Nur Rizal dalam pesan elektroniknya, Jumat (5/6).

Menurut Rizal yang perlu dipikirkan adalah segera menyiapkan konsep dasar serta pelaksanaan 'kurikulum ketahanan diri' yang terdiri atas ketahanan fisik, mental, dan sosial. Hal tersebut dirasa sangat penting karena anak-anak perlu beradaptasi hidup di suasana yang berbeda dari biasanya karena pandemi belum akan berakhir dalam waktu dekat.

“Orientasi kurikulumnya bukan tentang penguasaan materi saja yang selama ini dilakukan. Namun, lebih berorientasi membangun ekologi sosial yang mengkoneksikan ilmu pengetahuan-kebutuhan keluarga-persoalan di kehidupan nyata-bahkan untuk tingkat SMA hingga perguruan tinggi lebih berbasis riset-riset dasar untuk membantu melawan wabah corona ini,” tuturnya.

Pendiri Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) ini juga berpendapat sebelum pemerintah menentukan keputusan terkait kelanjutan pendidikan ini perlu dilakukan survei ke masyarakat.

Anak-anak perlu beradaptasi hidup di suasana yang berbeda dari biasanya karena pandemi belum akan berakhir dalam waktu dekat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News