Pengamat: Wiranto-Hary Tanoe, Ibarat Supir dan Penumpang Mikrolet

Pengamat: Wiranto-Hary Tanoe, Ibarat Supir dan Penumpang Mikrolet
Pengamat: Wiranto-Hary Tanoe, Ibarat Supir dan Penumpang Mikrolet
Menurut Iberamsjah, berat bagi pasangan ini untuk bisa lolos di Pilpres. Keikutsertaan Wiranto dalam dua kali Pilpres selalu kalah.

“Sudah dua kali jadi Capres, hasilnya kalah. Kali ketiga tentu akan lebih sulit bagi Wiranto. Popularitasnya sudah semakin berkurang seiiring berjalannya waktu dan banyak pemilih pemula tidak mengenal sosoknya. Wiranto harusnya  mengukur diri ketika 2004 popularitasnya masih cukup besar saja dia tidak menang,” tegasnya.

Harry Tanoe lanjut dia, pengusaha sukses tapi minim pengalaman politik. Dia hanya mengandalkan jaringan media milikinya saja. “Lagipula sulit bagi masyarakat menerima pasangan calon dari militer dan pengusaha yang dulu menjadi momok di era orde baru. Mana mungkin sekarang masyarakat bisa menerima kenyataan itu,” tegasnya.(fas/jpnn)

JAKARTA - Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI), Iberamsjah mengatakan deklarasi calon presiden (Capres) Partai Hanura (Wiranto-Hary Tanoesoedibjo)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News