JPNN.com

Penghuni Rusunawa Batamec Kekurangan Air Bersih

Sabtu, 23 Maret 2019 – 17:13 WIB Penghuni Rusunawa Batamec Kekurangan Air Bersih - JPNN.com

jpnn.com, BATAM - Ratusan warga rumah susun sewa (rusunawa) Pemko Batam I di Simpang Batamec, Tanjunguncang, Kepulauan Riau (Kepri) kesulitan mendapatkan air bersih dalam dua bulan terakhir ini. Pasalnya, pasokan air bersih dari PT Adhya Tirta Batam (ATB) tidak lagi mengalir ke sana.

Untuk memenuhi kebutuhan masak warga terpaksa harus merogok kocek lebih dalam lagi untuk membeli air galon isi ulang. Sementara untuk memenuhi kebutuhan mandi dan cuci, mereka rela berdesak-desakan mengambil air sisa-sisa dari bak penampungan utama rusunawa.

Faisal, penghuni Rusunawa Blok D lantai I ketika ditemui saat menimba air di bak pengontrol rusunawa mengatakan, suplai air ATB mulai bermasalah sejak awal Februari lalu. Saat itu, air hanya mengali di malam hari sehingga tidak bisa dialirkan ke bak-bak penampung di masing-masing blok.

Situasi semakin sulit saat memasuki bulan Maret. Sebab aliran air di malam hari semakin kecil dan hanya bisa masuk ke bak kontrol atau bak induk saja. Jumlah air yang tertampung di bak induk sangat sedikit dan tak bisa meng-cover semua kebutuhan warga rusun.

"Seperti inilah. Kalaupun ngalir tak sampai juga setengah bak. Hitungan jam sudah habis karena semua nimba di sini," kata Faisal.

Meskipun sudah berbulan-bulan pasokan air bersih bermasalah, kata Faisal, belum ada penanganan serius dari pihak ATB. Bahkan, menurut dia, krisis air ini sepertinya tak dianggap dan membiarkan masyarakat menanggung bebannya sendiri.

"Seperti tak ada masalah. Padahal sudah dua bulan kami kesusahan mendapatkan air. Sudah capek antre, kami harus pikul galon dan ember naik ke atas rusun. Mau sampai kapan begini terus. Anak-anak mau sekolah, bapak-bapak mau kerja jadi terhambat karena rebutan air di bak induk ini," keluh Siska, warga lainnya.

Anton, pengelola Rusunawa Pemko Batam I mengatakan, pihaknya bersama 271 kepala keluarga yang menghuni rusun tersebut sudah pernah mendatangi pihak ATB, namun belum ada solusi sampai saat ini. Janji ATB untuk suplai air dengan mobil tanki juga tak kunjung direalisasikan.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...