Pengkhianat

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Pengkhianat
Ilustrasi pemilu presiden. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com - Pemilu presiden masih dua tahun lagi, tetapi hawa panas sudah menyengat mulai sekarang.

Kubu-kubu sudah terbentuk dan konsolidasi makin kuat dan mengerucut.

Garis demarkasi sudah dipasang untuk memisah antara kawan dan lawan.

Meminjam ungkapan George Bush, ‘’Either you are with us or aginst us’’, kamu ada di pihak saya atau menjadi musuh saya.

Tidak ada yang boleh mengangkang, satu kaki di sini dan kaki lainnya di sana.

Dua kaki harus tegas dan jelas ada di dalam satu garis, dalam satu barisan.

Siapa yang satu kakinya kelihatan menyentuh garis demarkasi lawan pasti akan segera dicurigai, dikucilkan, dan dituduh sebagai pengkhianat.

Penceramah Haikal Hassan, atau lebih dikenal sebagai Babe Haikal, dipecat dari kepengurusan PA 212 (Persatuan Alumni 212).

Ganjar disebut-sebut akan dipasangkan dengan Erick Thohir. Tinggallah Anies Baswedan yang masih menunggu nasib untuk memperoleh kendaraan politik.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News