Pengoperasian Bandara Palu Masih Terbatas

Pengoperasian Bandara Palu Masih Terbatas
Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu retak akibat gempa 7,7 SR. Foto: Pemprov Sulteng/Pemko Palu

jpnn.com, SULAWESI TENGAH - Setelah mengalami penutupan operasional pascagempa bumi, Bandara Mutiara Sis Al-Jufri kembali dibuka per 30 September 2018 pukul 08.57 WITA untuk penerbangan komersial.

"Namun pengoperasian Bandara Palu masih terbatas karena mengutamakan kegiatan emergency, SAR dan kemanusiaan. Hal ini sesuai dengan informasi resmi yang dikeluarkan oleh Airnav Indonesia Notam Nomor H0778/18," ujar Direktur Navigasi Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Elfi Amir dalam siaran persnya.

Elfi menjekaskan, operasional terbatas tersebut dikarenakan pada awal runway 33 mengalami kerusakan yang cukup parah sekitar 250 meter, sehingga runway tidak bisa dipergunakan seluruhnya.

"Sesuai Notam yang dikeluarkan Airnav nomor 0754/18, Bandara Mutiara bisa digunakan untuk take off dan landing, tapi tidak seutuhnya karena pada sisi runway 33 mengalami retak yang cukup dalam," jelas Elfi.

Elfi menyatakan bahwa pesawat yang beroperasi di Bandara Mutiara tersebut saat ini hanya pesawat yang menggunakan sistem prosedur Visual Flight Rules.

"Karena alasan kelistrikan, sistem navigasi yang dipakai Bandara di Palu hanya untuk pesawat yang memiliki prosedur navigasi VFR, saya harap petugas ATC selalu sigap dalam memantau penerbangan di bandara dan sekitarnya, untuk itu kami tidak merekomendasikan pesawat tipe jet untuk beroperasi," jelas Elfi.(chi/jpnn)


Pascamusibah gempa bumi yang mengguncang Palu, Donggala dan daerah sekitarnya, kerusakan terjadi pada beberapa infrastruktur jalan maupun pelayanan umum.


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News