Rabu, 19 Juni 2019 – 18:06 WIB

Penjamin IPO Garuda Terlilit Utang Triliunan

Jumat, 18 Februari 2011 – 10:30 WIB
Penjamin IPO Garuda Terlilit Utang Triliunan - JPNN.COM

JAKARTA - Alih-alih menuai untung, tiga penjamin emisi (underwriter) yang menggarap penawaran saham perdana (IPO) PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) malah terlilit utang triliunan. Mereka adalah PT Danareksa Sekuritas (OD), PT Bahana Securities (DX), dan PT Mandiri Sekuritas (CC). Ketiga broker saham tersebut berutang Rp 2,25 triliun untuk menyerap saham maskapai penerbangan BUMN itu yang tidak laku.
      
Pinjaman didapat dari PT Danareksa (induk Danareksa Sekuritas) dan PT Bank Mandiri Tbk. Dana tersebut digunakan untuk menutup eksekusi 47 persen (3,008 miliar lembar) saham GIAA yang tidak terserap investor senilai Rp 2,25 triliun dan dibebankan secara merata ketiga underwriter. Dengan begitu, masing-masing ketiban Rp 750 miliar.

Ketika dikonfirmasi, Direktur Utama PT Danareksa (Persero) Edgar Ekaputra tidak membantah meski juga tidak membenarkan. "Di Danareksa, pinjam meminjam itu sesuatu yang normal. Pinjam dan place day to day selalu terjadi," ujarnya kemarin.

Seorang sumber yang merupakan pelaku pasar dan ikut mengurusi IPO GIAA mengatakan PT Danareksa (Persero) mengutangi Danareksa Sekuritas Rp 750 miliar dan Bahana Sekuritas Rp 200 miliar. Total yang dikucurkan Danareksa Rp 950 miliar. "Untuk menutupi kekurangan Rp 550 miliar, Bahana mencari pinjaman di money market. Sedangkan Mandiri Sekuritas meminjam kepada induknya, Bank Mandiri Rp 750 miliar," katanya.

Tenor pinjaman tersebut beragam mulai 3 hingga 6 bulan. Meski begitu, Edgar enggan merinci jumlahnya. "Untuk Garuda, ada yang tidak diserap, Alhamdulillah kita serap. Perseroan hanya mendukung pendanaan sekuritas dan treasury di sentral persero," terangnya. Dalam menjalani bisnis, lanjut dia, sebagai sesama perusahaan pelat merah harus saling membantu. "Kami akan salalu membantu dengan pihak yang bekerja sama dengan Danareksa," ungkapnya.

Dengan memegang portofolio 3,008 miliar lembar saham GIAA, tiga penjamin emisi tersebut mengalami potensi kerugian (potential lost) Rp 571,520 miliar. Sebab, sejak pencatatan perdana (listing) hingga perdagangan di lantai bursa kemarin, saham GIAA merosot Rp 190 (sekitar 25 persen) dan berkutat di level Rp 560-Rp 570 per lembar. (gen/oki)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar