Penjelasan Ketua Panitia SNMPTN terkait Kasus SMAN 3 Semarang

Penjelasan Ketua Panitia SNMPTN terkait Kasus SMAN 3 Semarang
Foto ilustrasi dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Ketua Panitia SNMPTN 2016, Prof Dr H Rochmat Wahab, MPd, MA, mengatakan, penyebab ratusan siswa SMAN 3 Semarang tak lolos SNMPTN 2016  lantaran ada nilai tak terisi dalam database online sekolah favorit yang menerapkan sistem SKS ini. 

Rochmat menilai Kepala SMAN 3 Bambang Nianto Mulyo sembrono. "Kalau satu-dua orang (tak memasukkan nilai) itu kesalahan anaknya. Kalau mayoritas, itu pihak sekolahnya, kepala sekolah terlalu percaya pada adminnya, tidak dicek," ujar Rochmat. 

Dia menegaskan bahwa tidak lolosnya ratusan SMAN 3 Semarang dalam SNMPTN 2016 bukan karena sistem SKS yang dipakai oleh SMAN 3 Semarang. 

Sebab, formulir seleksi SNMPTN berdasarkan PDSS online, ternyata ada nilai yang tidak terisi. Padahal seleksi SNMPTN itu berdasarkan PDSS yang berisikan riwayat nilai rapor siswa dari tahun pertama hingga tahun terakhir siswa. 

"Kepala sekolahnya itu yang tidak me-manage dengan baik. Bukan karena SKS-nya, buktinya ada yang memakai sistem SKS bisa lulus. Mereka (SMAN 3 Semarang) menyalahkan. Yang jelas mereka nggak mengikuti apa yang harus diisi," jelas dia, Rabu (11/5). 

Tanggung jawab pengecekan PDSS menurut dia, terletak di tangah sekolah.  "Ini pelajaran buat semua, sekolah tidak boleh sembrono," imbuhnya.

Seperti diketahui, SNMPTN adalah seleksi yang memakai komputer dan sistem berdasarkan Pangkalan Data Sekolah & Siswa (PDSS) online. PDSS ini memuat data-data siswa, termasuk riwayat nilai rapor dari tahun pertama hingga tahun terakhir siswa.  

Sekolah diharuskan memiliki database siswa hingga riwayat nilai rapornya dan mengunggahnya ke sistem yang dinamakan PDSS online. Dari sistem ini, setiap siswa akan memperoleh password yang berbeda dan kemudian password ini dibagikan dari sekolah ke siswa.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News