Penjualan Tenaga Listrik PLN Naik Rp 3,2 triliun

Penjualan Tenaga Listrik PLN Naik Rp 3,2 triliun
Ilustrasi. Foto dok JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menerbitkan laporan keuangan per 30 Juni 2016, yang sudah diaudit Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, Firma anggota jaringan global PwC di Indonesia.

Hasil audit menunjukkan, bahwa perseroan selama periode enam bulan tahun ini mencapai realisasi kinerja yang lebih baik, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Di mana pendapatan penjualan tenaga listrik PLN selama enam bulan mengalami kenaikan sebesar Rp 3,2 triliun atau 3,15 persen.

"Menjadi Rp 104,7 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 101,5 triliun," ujar Agung Murdifi Manajer Senior Public Relations.

Agung menjelaskan, pertumbuhan pendapatan ini berasal dari kenaikan volume penjualan kWh menjadi sebesar 107,2 Terra Watt hour (TWh) atau naik 7,85 persen dibanding dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 99,4 TWh.

Peningkatan konsumsi kWh ini sejalan dengan kenaikan jumlah pelanggan yang dilayani perusahaan sampai dengan akhir Juni 2016, yang telah mencapai 62,6 juta pelanggan.

Jumlah itu bertambah 1,4 juta dari akhir 2015 yaitu 61,2 juta pelanggan.

"Bertambahnya jumlah pelanggan ini juga mendorong kenaikan rasio elektrifikasi nasional yaitu dari 88,3 persen pada Desember 2015 menjadi 89,5 persen pada Juni 2016," jelasnya.(chi/jpnn)

JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menerbitkan laporan keuangan per 30 Juni 2016, yang sudah diaudit Kantor Akuntan Publik (KAP)

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News