Pentingnya Informasi Iklim untuk Budidaya Hortikultura yang Adaptif

Pentingnya Informasi Iklim untuk Budidaya Hortikultura yang Adaptif
Informasi iklan sangat diperlukan terutama dalam budidaya hortikultura. Foto: Kementan

Diperlukan strategi agar dampak perubahan iklim tersebut tidak banyak mengganggu pengelolaan budidaya hortikultura, termasuk diperlukan juga antisipasi, adaptasi dan mitigasi untuk menyikapinya.

“Pada aspek pemanfaatan informasi yang sudah dilakukan oleh Ditjen Hortikultura, tercatat bagaimana dapat memprediksi dampak perubahan iklim yang akan terjadi pada dua sampai tiga bulan ke depan dan memberikan rekomendasi kepada Direktorat Teknik untuk mengantisipasi hal yang akan terjadi dan diakibatkan oleh perubahan iklim," papar Inti Pertiwi.

Masyarakat juga bisa mengakses data selengkapnya portal www.bmkg.go.id dan www.balitklimat.litbang.pertanian.go.id.

Pakar dari Universitas Gadjah Mada Andi Trisyono menambahkan, bawang merah dan cabai merupakan contoh tanaman hortikultura yang mudah mengalami rusak berat apabila terdampak perubahan iklim.

“Pernah suatu ketika bawang merah berumur 40 hari dalam satu kelompok tani seluas 20 hektar, awalnya tanaman masih berwarna hijau tiba – tiba terserang beberapa hama akibat datangnya perubahan iklim,” beber Andi Trisyono.

Perubahan iklim, lanjut Andi menjelaskan, tidak selalu berdampak negatif.

Iklim juga bermanfaat pada pengelolaan OPT, seperti ramalan musim sebagai pemilihan varietas tanaman yang cocok dengan kondisi lingkungan tertentu.

Suhu udara pada kondisi iklim tertentu dapat mensinkronisasikan waktu penyemprotan pestisida serta prediksi hujan dan kecepatan angin untuk mengetahui pemilihan formulasi pestisida.

Diperlukan strategi agar dampak perubahan iklim tersebut tidak banyak mengganggu pengelolaan budidaya hortikultura.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News