Penurunan Biaya Haji Belum Masuk Akal

Penurunan Biaya Haji Belum Masuk Akal
Penurunan Biaya Haji Belum Masuk Akal
Pada bagian lain, sebagai negara yang selalu mengirimkan jamaah haji terbesar, Indonesia menurut Radityo sudah semestinya mendapatpelayanan terbaik dari pemerintah Arab Saudi.  Alasannya jelas, secara investasi, jamaah haji Indonesia paling banyak memberikan income bagi perekonomian mereka. Namun faktanya, dari segi pemondokan saja, jamaah haji Indonesia selalu mendapat yang tidak lebih baik dari jamaah asal Singapura atau Malaysia, yang hanya seper sekian persen jumlahnya dari jamaah haji Indonesia.

     

“Kalau menggunakan prinsip berdagang, orang yang membeli dalam partai besar, seharusnya kan mendapatkan layanan yang memuaskan atau paling tidak mendapatkan keistimewaan dibandingkan dengan pembeli lainnya.

Tapi nyatanya Indonesia yang mengirimkan jamaah paling banyak dengan biaya paling besar diantara negara lainnya, justru layanannya paling memprihatinkan,” terangnya. Hal senada juga diungkapkan anggota Komisi VIII dari Fraksi Partai Hanura, Abdilla Fauzi Achmad. Dia bahkan berpendapat, selama ini penyelenggaraan haji di Indonesia selalu menjadi seperti mainan Departemen Agama dan jajarannya. Banyak hal yang semestinya bisa lebih mudah tetapi justru dipersulit.

   

“Masalah klasik yang dihadapi oleh hampir semua bidang kegiatan di Indonesia umumnya terbentur oleh kesulitan dana. Namun tidak dengan penyelenggaraan haji Indonesia. Soal dana tidak ada masalah, tapi anehnya tiap tahun selalu menyisakan masalah. Pengurusan haji tidak pernah beres,” tegasnya.

   

JAKARTA - Angka penurunan biaya naik haji sebagaimana dipatok pihak maskapai Garuda sebesar USD 51 atau sekitar Rp 560 ribu per jamaah, dinilai masih

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News