Penyidik Bareskrim Sambangi Proyek PLTP Dieng-Patuha

Penyidik Bareskrim Sambangi Proyek PLTP Dieng-Patuha
Bareskrim Polri. Foto ilustrasi: dokumen JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri terus mendalami dugaan tindak pidana melakukan kegiatan usaha pertambangan panas bumi tanpa izin di daerah Dieng Jawa Tengah dan Patuha Jawa Barat yang dilaporkan PT Bumi Gas Energi (BGE).

Bahkan, penyidik Subdit Industri dan Perdagangan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Bareskrim Polri sudah melakukan pengecekan di lokasi proyek kegiatan usaha pertambangan panas bumi di dua tempat yakni Patuha Jawa Barat dan Dieng Jawa Tengah pada akhir November 2018.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Kombes Daniel Silitonga mengatakan saat ini penyidik masih terus menggali informasi terkait perkara yang dilaporkan oleh PT Bumi Gas Energi terhadap PT Geo Dipa Energi atas kegiatan usaha pertambangan panas bumi di Dieng dan Patuha.

“Masih lakukan pemeriksaan, juga cek TKP ke Patuha dan Dieng,” kata Daniel saat dikonfirmasi, Jumat (30/11).

Namun, Daniel tidak mau menjelaskan hasil pengecekan lokasi kegiatan usaha pertambangan panas bumi di Dieng dan Patuha. Karena menurut dia, itu merupakan kepentingan penyidikan. “Hasilnya itu teknis penyidikan,” ujarnya.

Di samping itu, Daniel mengatakan sejauh ini penyidik masih terus mendalami perkara tersebut sehingga belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana melakukan kegiatan usaha pertambangan panas bumi tanpa izin di daerah Dieng dan Patuha.

“Belum ada tersangka,” jelas dia.

Untuk diketahui, Bambang Siswanto selaku kuasa hukum PT Bumi Gas Energi telah melaporkan tiga orang dalam perkara ini antara lain Praktimia Semiawan (PS), Hidekatsu Mizhusima (HM) dan Hisahiro Takeuchi (HT) pada 18 Juli 2016.

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri terus mendalami dugaan tindak pidana pertambangan tanpa izin di Dieng yang dilaporkan PT BGE

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News