JPNN.com

Penyuluhan Masih Menjadi Program Utama Dalam Pengembangan SDM Pertanian

Kamis, 14 Januari 2021 – 12:44 WIB
Penyuluhan Masih Menjadi Program Utama Dalam Pengembangan SDM Pertanian - JPNN.com
Mentan Syahrul Yasin Limpo (kanan) memberi arahan pada Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi, Sekjen Kementan Momon Rusmono dan Kapusluh Leli Nuryati (kiri) Foto: Pusluhtan Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Penyuluhan masih menjadi program utama Kementerian Pertanian (Kementan) dalam pengembangan SDM pertanian.

Pada 2021, strategi penguatan di pusat dan daerah melalui Dana Dekonsentrasi (Dekon) fokus pada penyuluhan berbasis teknologi informasi dan komputasi (TIK) serta kelembagaan petani berbasis korporasi.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan hal itu pada Rapat Koordinasi (Rakor) Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian di Jakarta, Rabu (13/1).

Hadir Sekretaris BPPSDMP Siti Munifah; Kapusluh Leli Nuryati; kepala bidang penyuluhan dari 13 provinsi; dan 21 provinsi mengikuti secara online via video conference.

"Penyuluhan masih menjadi program utama dalam pengembangan SDM pertanian, karena penyuluhan merupakan dasar terciptanya SDM andal dan berkualitas. Titik berat penyuluhan berbasis TIK dan korporasi petani," kata Dedi Nursyamsi.

Hal itu sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian 2021 di Jakarta, Senin (11/1). Sektor pertanian tempati posisi sentral pembangunan nasional, yang menuntut hadirnya SDM pertanian maju, mandiri dan modern.

"Pembangunan pertanian harus mendapat perhatian serius dari semua pihak, agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri," kata Jokowi yang dikutip Dedi Nursyamsi.

Hal itu kembali ditekankan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa pertanian harus didorong menjadi subsektor ekonomi yang maju, mandiri dan modern yang kesemuanya ditopang kapasitas SDM pertanian.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...