People Power di Mata Warga Jakarta Pasca Pengumuman KPU

People Power di Mata Warga Jakarta Pasca Pengumuman KPU
Penjagaan di depan gedung KPU, Jakarta. (ABC; David Lipson)

Ia menimbang langkah pencegahan dengan bekerja dari rumah sepanjang hari itu.

Berbeda dari Donald, Esti Utami mengaku tahu betul definisi people power. Ia justru mempertanyakan tujuan people power yang digembar-gemborkan Amien.

"Yang saya pahami people power itu akan muncul ketika lebih dari separuh masyarakat bangsa ini merasakan pemerintahan yang ada itu otoriter, KKN (korupsi, kolusi, nepotisme) merajalela, ekonomi mandeg, kemiskinan meningkat drastis dan kemerdekaan rakyat terbelenggu," jelas perempuan yang melakoni profesi sebagai pengajar dan pegiat sosial ini.

People Power di Mata Warga Jakarta Pasca Pengumuman KPU Photo: Esti Utami. (Supplied)

 

People Power di Mata Warga Jakarta Pasca Pengumuman KPU Photo: Gaby Ongso. (Supplied)

 

"Nah sekarang, kita jadi rakyat bebas merdeka, bisa melakukan apa saja yang kita mau, ekonomi bertumbuh dengan baik, pembangunan tetap jalan, pelayanan masyarakat meningkat, keamanan terjaga. Terus mau ikutan people power? Apa tujuannya?," tanyanya.

Menurutnya, wacana people power versi Amien lebih kepada pemuasan hasrat politik dari sekelompok orang yang tidak mau menerima kekalahan. Ia sendiri tak mengkhawatirkan keamanan Jakarta walau tetap berhati-hati.

"Saya sih yakin TNI dan Polri akan selalu menjadi barikade terdepan penjaga keamanan dan ketertiban bangsa ini. Mereka sudah siap siaga selama ini.

Wacana people power untuk tanggapi hasil Pemilu Indonesia 2019 santer terdengar sejak dilontarkan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional, Amien Rais, akhir Maret lalu. Ancaman menduduki Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News