Peramal Benturan antar Peradaban Meninggal

Peramal Benturan antar Peradaban Meninggal
Foto : REUTERS
BOSTON – Samuel Huntington yang menggegerkan dunia kala menerbitkan karya kontroversial, The Clash of Civilization and the Remaking of World Order, pada 1996, wafat. Seperti dilaporkan Reuters, pengajar di perguruan tinggi terkemuka, Universitas Harvard, itu tutup usia di Martha's Vineyard, Massachusetts, Amerika Serikat, pada malam Natal lalu.

Huntington menghabiskan 58 tahun hidupnya mengabdi di Harvard. Dari semua karyanya, The Clash of Civilization, jelas yang paling dikenal. Buku tersebut hingga kini tak putus menjadi perdebatan. Dalam buku yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia itu, Huntington memprediksi bakal terjadinya benturan antara perdaban Barat dan Islam. Buku itu sendiri adalah lanjutan pemikiran dalam artikelnya yang dimuat di majalah internasional terkemuka, Foreign Affairs, pada 1993.

Dalam artikel itu dia mengatakan, konflik yang terjadi di dunia tak lain adalah konflik antar peradaban, bukan ideologi. Persaingan agama-agama di dunia, seperti Islam, Kristen, Hindu, dan Konghucu, tak akan bisa dihindari.

Meski banyak dikritik, terutama oleh mendiang ilmuwan berdarah Palestina Edward Said, gagasan Huntington kian banyak digunjing pasca serangan 11 September 2001. “Orang-orang diseluruh dunia mempelajari dan mendebat gagasan-gagasannya,’’ kata Henry Rosovsky, seorang profesor emiritus dari Harvard, kepada Reuters. “Saya yakin dialah satu-satunya ilmuwan politik paling berpengaruh di dunia dalam rentang 50 tahun ini.”

BOSTON – Samuel Huntington yang menggegerkan dunia kala menerbitkan karya kontroversial, The Clash of Civilization and the Remaking of World

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News