Perang di Ukraina Memecah Belah Keluarga Rusia, Bertengkar Setiap Hari, Saling Blokir di Medsos

Perang di Ukraina Memecah Belah Keluarga Rusia, Bertengkar Setiap Hari, Saling Blokir di Medsos
Nenek Yelena Osipova adalah saksi hidup brutalnya invasi Nazi ke Rusia pada Perang Dunia II. Kini dia ditangkap polisi karena tidak rela negaranya melakukan kekejaman yang sama di Ukraina. Foto: Twitter @Newnews_eu

Putin mengatakan Rusia meluncurkan operasi khusus untuk menghancurkan kemampuan militer tetangganya dan menyapu bersih kelompok Nazi yang diklaimnya sudah menguasai Kyiv. Rusia membantah telah menarget warga sipil.

Media Rusia dan internasional meliput konflik dengan sangat berbeda. Sebagian besar orang Rusia mendapatkan berita tentang Ukraina dari media pro-Kremlin, yang menyajikan interpretasi yang sangat berbeda tentang apa yang terjadi pada orang lain.

Badan polling negara Rusia VTsIOM mengatakan peringkat persetujuan Putin telah meningkat 6 poin persentase menjadi 70% dalam seminggu hingga 27 Februari.

FOM, yang menyediakan penelitian untuk Kremlin, mengatakan peringkatnya telah meningkat 7 poin persentase menjadi 71% pada periode yang sama. .

Tetapi ribuan orang Rusia juga telah turun ke jalan untuk berdemonstrasi menentang perang.

Menurut kelompok pemantau protes OVD-Info, polisi telah menahan lebih dari 13.000 orang dalam protes anti-perang di Rusia sejak 24 Februari.

Rusia menyatakan OVD-Info sebagai "agen asing" pada bulan September, dalam sebuah langkah yang menurut para kritikus dirancang untuk meredam perbedaan pendapat.

Scherbak, yang membagikan unggahan dan video media sosial yang menunjukkan peristiwa di Ukraina, mengatakan itu bukan pertama kalinya ibunya mencoba mempengaruhi opini politiknya.

Ketika aktor Rusia Jean-Michel Scherbak mengungkapkan kekecewaannya atas tindakan militer Rusia di Ukraina, dia langsung diblokir di media sosial oleh ibunya

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News