Perang Sarung: Dari Main-Main, Kok Malah Ada Bagan Pertandingannya, Sampai Tawuran Benaran

Perang Sarung: Dari Main-Main, Kok Malah Ada Bagan Pertandingannya, Sampai Tawuran Benaran
Ilustrasi perang sarung. Foto: diambil dari Metropolitan

Ia juga mengaku bakal melibatkan satuan terkecil yang ada di wilayahnya, mulai dari RT, RW hingga elemen masyarakat lainnya. “Bersama RT/RW dan warga beserta bhabinkamtibmas dan babinsa untuk melakukan pengecekan dan memonitor wilayah, terutama pada malam hari,” ujarnya.

Tak hanya di Kota Bogor, aksi serupa juga terjadi di wilayah Kabupaten Bogor, yaitu di Malangnengah, Kecamatan Ciseeng, dan Jabon, Kecamatan Kemang. Kedua kelompok itu saling serang menggunakan sarung yang sudah dimodifikasi dengan menaruh bebatuan dan senjata tajam lainnya di ujung sarung yang sudah diikat.

Pantauan di lapangan, gerombolan remaja tanggung terlihat menenteng sarung yang sudah diikat di bagian ujungnya. Mereka saling berhadapan di ruas Jalan H Usa, Kampung Malangnengah, RT 02/03, Desa Ciseeng, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.

Seketika kedua kelompok itu saling serang. Kejadian itu berangsur sekitar lima menit. Sebab, warga yang mendengar suara gaduh akibat aksi para remaja tanggung itu langsung berhamburan keluar rumah dan mengusirnya. “Iya, cuma sebentar kejadiannya. Sekitar lima menitan. Warga yang mendengar gaduh-gaduh langsung pada keluar dan mengusir mereka,” kata warga setempat, Mulya (30).

Sementara itu, masyarakat Kecamatan Parung dibuat kesal terkait beredarnya bagan pertandingan perang sarung di wilayahnya. Dalam bagan tersebut terdapat sejumlah nama gang atau kampung, di antaranya Gang Serius, Kampung Jati, Gang Masjid, Omega, Gang Pelor, Setdam, Gang Impres, Gang Taimin, Tajur, Gang Dukuh, Gang Permai, Gang Fajar, Gang Wira, Kampung Sawah, Gang Onong serta Gang Amsar.

Terpisah, tradisi perang sarung juga terjadi di Kabupaten Bekasi. Aksi tawuran itu dilakukan sekelompok ABG yang mempersenjatai diri dengan sarung yang sudah terikat pada bagian ujungnya, Jumat (10/5) pagi. “Sudah kami periksa anak-anak yang nongkrong dengan membawa sarung, yang indikasi akan tawuran,” kata Kapolsek Cibarusah AKP Sukarman.

Sukarman mengaku polisi mengamankan anak-anak tersebut di sejumlah titik. Mereka diamankan di Kampung Gardu, Desa Cibarusahjaya, Kampung Malaka, Desa Cibarusah Kota, Kampung Warungbambu, Desa Sindangmulya dan Perumahan Puri Persada Cibarusah.

Di setiap titik tersebut terdapat sekitar sepuluh anak-anak yang telah berkumpul membawa sarung. Mereka rata-rata berusia 12-15 tahun. “Mereka semua warga Cibarusah. Nama-nama kelompoknya saya belum cek,” ucap Sukarman.

Dari niat main-main, perang sarung kini berujung tindakan tawuran antarkampung hingga menggunakan senjata tajam.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News