Perang Usai, Busur Panah Dipatahkan

Perang Usai, Busur Panah Dipatahkan
Perang Usai, Busur Panah Dipatahkan
TIMIKA – Prosesi ritual adat sudah digelar sebagai tanda disepakatinya penghentian perang antarwarga di Kwamki Lama yang sudah berlangsung dia pekan. Kemarin, (20/1), busur panah dipatahkan, dua butir peluru meletus ke angkasa, dua ekor babi dikorbankan. Dua kubu sepakat perang benar-benar diakhiri. Semua pihak senang kedua pihak sepekat mengakhiri perang.

Ucapan rasa syukur disampaikan Kapolres AKPB Moch Sagi SH. "Saya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, yang mana kedua kelompok warga yang bertikai selama dua minggu ini sudah kembali berdamai. Perang yang terjadi saat ini bukan jamannya lagi. Tapi bagaimana supaya kita lebih berkembang maju untuk mencari hidup yang baik,” ungka Moch Sagi.

Moch Sagi mengucapkan terimakasih kapada semua pihak yang sudah membantu atas terlaksananya kegiatan tersebut. “Kita lebih baik stop perang supaya ibu-ibu, anak-anak yang tidak bisa sekolah dapat sekolah lagi. Dan masyarakat semuanya dapat beraktifitas seperti biasanya,” harapnya. Ditegaskan, dengan adanya prosesi perdamaian itu, setiap ada pelanggaran yang terjadi akan ditindak tegas sesuai hukum positif

Prosesi perdamaian yang dilakukan depan kios panjang itu, berlangsung secara sederhana. Sebilah bambu dibelah menjadi dua. Dipancangkan membentuk gapura. Dua kelompok yang bertikai berbaris. Lalu memasuki gapura bambu yang sudah dipancangkan itu. Saat bertemu, mereka bersalaman, lalu bertukar tempat.

TIMIKA – Prosesi ritual adat sudah digelar sebagai tanda disepakatinya penghentian perang antarwarga di Kwamki Lama yang sudah berlangsung

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News