Perantau Jangan Dinilai Sok Tahu

Perantau Jangan Dinilai Sok Tahu
Perantau Jangan Dinilai Sok Tahu
PADANG - Masyarakat Minang di ranah diminta untuk tidak bersikap negatif terhadap organisasi dan masyarakat Minang yang ada di rantau. Berbagai kegiatan yang selama ini mengarah ke ranah, menurut Guru Besar UIN Syarif Hadayatullah Azyumardi Azra, justru dilandasi oleh rasa cinta terhadap kampung halamannya.

"Gebu Minang dan perantau janganlah dinilai sok tahu atau akan mendikte masyarakat Minang di ranah. Berbagai forum dan kontribusi yang selama ini diberikan perantau justru didorong oleh rasa cintanya ke ranah," ujar Azyumardi Azra, dalam Seminar Kebudayaan Minangkabau Gebu Minang, di Premier Basko Hotel, Kota Padang,Minggu (12/12).

Menurut Azyumardi, sikap kontra produktif terhadap organisasi dan masyarakat perantau Minang sesungguhnya bertentangan dengan karakter dan kultur Minangkabau yang terbuka, yang eksvolutif, berbeda dengan kebudayaan suku Jawa yang involutif (melingkar ke dalam). "Karena itu, kebudayaan suku Minangkabau cenderung sangat terbuka bagi budaya luar, dengan konsekuensi mengorbankan budayanya sendiri, yang lebih lama menjadi distingsinya," ujar Azyumardi.

Selain menyikapi kecendrungan disharmonis rantau-ranah, Azyumardi Azra juga mengajak seluruh etnis Minang untuk bersikap realitis terhadap adat di bawah hegemoni agama. "Antara adat dan agama belum selesai hegemoninya," kata Azyumardi Azra.

PADANG - Masyarakat Minang di ranah diminta untuk tidak bersikap negatif terhadap organisasi dan masyarakat Minang yang ada di rantau. Berbagai kegiatan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News