Percayalah, Putin dan Pasukannya Tak Akan Berhenti di Ukraina

Percayalah, Putin dan Pasukannya Tak Akan Berhenti di Ukraina
Vladimir Putin dan Pangeran Mahkota Mohammad bin Salman. Foto: reuters

Diplomat tinggi AS itu sebelumnya memberi tahu staf di Kedutaan Besar AS di Vilnius bahwa serangan Rusia terhadap Ukraina menantang prinsip-prinsip dasar yang dirancang untuk menjaga perdamaian antarnegara.

“Penting bagi orang-orang untuk memahami apa yang sebenarnya dipertaruhkan dan hal itu bahkan melampaui Ukraina, bahkan melampaui negara-negara Baltik, bahkan melampaui Eropa,” kata Blinken.

Sejumlah diplomat yang ditugaskan Kedutaan Besar AS di Belarus juga berada di Vilnius setelah misi diplomatik ditutup lantaran masalah keamanan pekan lalu.

Belarus tahun lalu melarang Duta Besar Julie Fisher menjalani tugasnya dan memberi tahu AS untuk menarik staf kedutaannya sebagai tanggapan atas sanksi AS menyusul penumpasan aksi protes terhadap pemimpin Belarus Alexander Lukashenko pada 2020.

Fisher mengatakan diplomat AS di Minsk telah menyambut keluarga tahanan politik ke rumah mereka untuk menunjukkan dukungan AS

“Sayangnya, rezim Belarus tanpa lelah menuliskan babak baru buku pedoman otoriter,” kata Fisher.

Ia mengemukakan bagaimana tahun lalu Belarus memaksa pesawat penumpang untuk mendarat agar pemerintahnya dapat menahan seorang pembangkang dan merekayasa krisis pengungsi di perbatasan Polandia serta dukungannya kepada serangan Rusia.

Negara-negara NATO telah meningkatkan kehadiran mereka di negara-negara Baltik dalam beberapa minggu terakhir. Banyak pasukan dan peralatan sedang dalam perjalanan, pembuat kebijakan telah mengumumkan.

Kepada Menlu AS yang memulai kunjungan di negara-negara Baltik, Nauseda mengatakan bahwa pemimpin Rusia Vladimir Putin tidak akan berhenti di Ukraina.

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News