Perempuan Penerobos Istana Dapat Wangsit, Bawa Pistol, Mau Bertemu Jokowi

Perempuan Penerobos Istana Dapat Wangsit, Bawa Pistol, Mau Bertemu Jokowi
Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi. Foto: Mercurius Thomos Mone/JPNN.com.

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengungkap motif perempuan bercadar berupaya menerobos Istana Merdeka dan menodongkan senjata api ke personel Paspampres.

Perempuan bernama Siti Elina (24) ingin menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Hasil pemeriksaan kami, tujuannya adalah ingin bertemu Pak Jokowi," kata Hengki Haryadi di Jakarta, Rabu.

Saat diperiksa lebih lanjut oleh penyidik Polda Metro Jaya, Siti mengaku ingin menyampaikan bahwa dasar negara Indonesia salah.

"Ingin menyampaikan bahwa Indonesia ini salah, karena dasarnya bukan Islam, tetapi ideologinya Pancasila," kata Hengki.

Pada kesempatan yang sama, penyidik Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengatakan Siti mengaku mendapat wangsit sebelum melakukan aksi nekat menerobos pembatas Istana Merdeka dan menodongkan pistol ke personel Paspampres.

"Keterangan yang disampaikan bersangkutan seperti mendapat mimpi-mimpi atau wangsit. Jadi, yang bersangkutan mimpi masuk neraka atau masuk surga sehingga dia berkesimpulan bahwa dia harus menegakkan ajaran yang benar," kata Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbansops) Densus 88 Kombes Aswin Siregar.

Meski demikian, penyidik tidak serta merta percaya dengan pengakuan tersangka dan akan tetap melakukan pemeriksaan intensif terhadap yang bersangkutan.

Polisi mengungkap motif perempuan penerobos istana sambil membawa pistol. Ingin bilang sesuatu kepada Presiden Jokowi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News