Periksa Politisi Senayan yang Plesiran ke Turki

Periksa Politisi Senayan yang Plesiran ke Turki
Periksa Politisi Senayan yang Plesiran ke Turki
JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti, mendesak Badan Kehormatan (BK) DPR memeriksa anggota DPR yang melakukan studi banding ke Yunani. Menurut Ray, delegasi DPR itu berangkat ke Yunani dengan dalih studi banding etika. Faktanya, mereka malah ke Turki.

"Dalam surat tugasnya, kunjungan kerja (kunker) mereka ke Yunani mulai 23 hingga 29 Oktober 2010. Namun dalam praktiknya studi banding di Yunani itu hanya sampai 27 Oktober dan pada tanggal 27 hingga 29 Oktober terungkap mereka berada di Turki. Karena itu mereka harus diperiksa, apakah mereka ke Turki memakai uang negara atau pribadi," kata Ray kepada pers di gedung DPR RI pada Kamis (18/11).

Menurut Ray, banyak hal yang harus diklarifikasi BK DPR dari politisi Senayan yang plesiran ke Turki itu. Selain minta kejelasan soal anggaran, juga beredar isu bahwa saat berada di Turki minta suguhan tari perut. "Termasuk perubahan tiket bisnis ke ekonomi serta adanya dugaan empat dari 10 anggota DPR ke Yunani membawa istrinya masing-masing," ungkapnya.

Ray berharap Ketua BK Gayus Lumbuun dan dua anggota BK yang tidak berangkat ke Yunani mau memeriksa delapan anggota BK yang nglencer ke Turki itu. Caranya, dengan monanaktifkan dulu dari keanggotaan BK.

JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti, mendesak Badan Kehormatan (BK) DPR memeriksa anggota DPR yang melakukan studi banding

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News