Peringati Hari Tani Nasional, Rizal Ramli Sebut UUPA Era Soekarno

Peringati Hari Tani Nasional, Rizal Ramli Sebut UUPA Era Soekarno
Rizal Ramli. Foto: dok jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Begawan ekonomi Rizal Ramli menyebut negara seharusnya melindungi petani ketika terjadi konflik agraria.

Sebab, kata dia, semangat itu dibawa Presiden pertama RI Soekarno yang sudah menerbitkan Undang Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA).

Rizal mengatakan itu saat memperingati Hari Tani Nasional di Villa Bukit Sentul, Bojong Koneng, Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/9).

"Pendiri bangsa kita menerbitkan UUPA bertepatan dengan Hari Tani Nasional pada 1960 silam. Sudah sangat jelas maksud dan tujuannya untuk melindungi kaum tani dan mensejahterakan petani," kata Rizal dalam keterangan persnya, Sabtu (25/9).

Namun, kata eks Menko Ekuin itu, fakta di lapangan justru menunjukkan sisi kebalikan. Menurut dia, banyak petani yang mengeluh dan kecewa pada pemerintah lantaran mengabaikan adanya konflik agraria antara masyarakat dengan pengusaha.

Menurut Rizal, jika pemerintah mengimplementasikan UUPA secara baik, petani tidak akan banyak mengeluh menyikapi konflik agraria.

"Alih-alih tanah sudah kembali menjadi milik petani, justru yang mengemuka pada setiap memperingati Hari Tani Nasional, yang diungkap teman-teman pejuang hak-hak masyarakat sipil, khususnya hak-hak para petani, justru angka konflik tanah yang terus membengkak, jumlah konflik agraria yang kian sulit menemukan titik penyelesaiannya," tutur eks Menkeu itu.

Rizal menuturkan, konflik agraria yang tidak berpihak ke petani menjadi bukti pemerintah melupakan sejarah. Terutama, perjuangan pendiri bangsa dalam mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat dengan menerbitkan UUPA pada tahun 1960.

Begawan ekonomi Rizal Ramli menyebut negara seharusnya melindungi petani ketika terjadi konflik agraria.