Perjuangan Tenaga Medis Timika Saat Merawat Pasien Covid-19

Perjuangan Tenaga Medis Timika Saat Merawat Pasien Covid-19
Karlina Kasim, perawat ruang isolasi khusus pasien COVID-19 RSUD Mimika. Foto: ANTARA/HO/Karlina Kasim

Saat itu, Karlina hanya bisa memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada putri sulungnya, Mishadina Naila Askar yang genap berusia 12 tahun melalui media sosial, tanpa bisa bertemu secara langsung.

Karlina mengaku bertugas sebagai perawat pada ruang isolasi khusus pasien COVID-19 RSUD Mimika sejak 4 April.

Sejak bertugas di ruang isolasi, ia memutuskan tak lagi pulang ke rumah, walau hanya sekejap saja untuk bisa bertemu suami dan kedua buah hatinya.

Suami Karlina bertugas sebagai anggota Polri di Polres Mimika yang juga setiap saat selalu berpatroli untuk mengimbau warga agar tetap tinggal di rumah guna menghindari diri dari penularan COVID-19.

"Sekarang anak-anakku kutitip sama tantenya. Saya menginap di RS (RSUD Mimika). Suami patroli terus. Kami berempat benar-benar terpisah," tutur Karlina yang mengunggah video dalam akun facebooknya sambil mengenakan pakaian hazmat ketat yaitu Alat Pelindung Diri (APD) yang dikenakan oleh para petugas medis dalam penanganan pasien COVID-19.

Karlina mengaku dirinya bersama rekan-rekan petugas medis lain yang juga bertugas di ruang isolasi khusus pasien COVID-19 RSUD Mimika semuanya dilarang untuk melakukan kontak dengan keluarga.

Selama tinggal di rumah sakit, ia dan rekan-rekannya bahkan merelakan diri tidak dibezuk oleh para kerabat. "Risiko sekali kalau keluarga mau jenguk saya," ujarnya.

Selain penanganan teknis medical, para petugas medis juga membantu para pasien tetap kuat melawan ganasnya COVID-19.

Hingga Minggu (19/4), jumlah warga Mimika yang terinfeksi COVID-19 bahkan sudah mencapai 32 orang. Perjuangan mereka merawat pasien makin berat. Simak kisahnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News