Perkuat Industri Baja Berkelanjutan, GRP Jalin MoU dengan FFI dan KADIN

Perkuat Industri Baja Berkelanjutan, GRP Jalin MoU dengan FFI dan KADIN
PT Gunung Raja Paksi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Fortescue Future Industries (FFI) dan KADIN di Bali pada gelaran B20 Summit. Foto dok GRP

jpnn.com, BALI - PT Gunung Raja Paksi, Tbk terus memperkuat komitmen guna mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

Komitmen kali ini dilakukan melalui dua penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Fortescue Future Industries (FFI) dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) di Bali pada gelaran B20 Summit.

“Penandatanganan MoU untuk menjalin kerja sama dan mengidentifikasi potensi kolaborasi yang saling menguntungkan. Termasuk mengenai pemakaian energi bersih yang ramah lingkungan," ujar Anggota Komite Eksekutif PT Gunung Raja Paksi, Kimin Tanoto.

Menurut Kimin, MoU dengan FFI mengeksplorasi kolaborasi dalam kasus penggunaan hidrogen hijau dan amonia hijau.

Penggunaan hidrogen hijau memungkinkan GRP memproduksi baja rendah emisi di sektor yang sangat sulit dikurangi.

Sedangkan perjanjian dengan KADIN menjanjikan komitmen GRP menuju nol bersih, yang merupakan area fokus utama setelah GRP meluncurkan Buku Panduan ESG beberapa waktu lalu.

“Hal ini sejalan dengan Buku Panduan ESG kami. Dalam hal ini, akan mendorong perusahaan maju dalam agendanya untuk dekarbonisasi industri baja kawasan melalui percepatan emisi nol bersih dan mempromosikan penggunaan energi hijau, yang merupakan area fokus utama dalam strategi ESG-nya,” jelasnya.

Kimin menambahkan, berbagai upaya mencapai Indonesia Net Zero Emission tersebut, tak lepas dari peran KADIN Net Zero Hub (KADIN NZH).

Penggunaan hidrogen hijau memungkinkan GRP memproduksi baja rendah emisi di sektor yang sangat sulit dikurangi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News