Personel TNI-Polri Cukup Banyak, KKB Tetap Melawan

Personel TNI-Polri Cukup Banyak, KKB Tetap Melawan
Salah satu nakes yang dianiaya KKB di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, yakni Kristina Sampe Tonapa mengalami luka di sekujur tubuh masih dirawat di RS Marthen Indey, Jayapura Foto: ANTARA/Evarukdijati

jpnn.com, JAYAPURA - Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito mengatakan kontak tembak antara anggota TNI-Polri dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali terjadi di Kiwirok, Papua, Senin.

Kontak tembak yang terjadi itu dengan kelompok Lamek Taplo.

"Memang betul tadi pagi ada kontak tembak di Kiwirok, namun tidak ada korban jiwa terutama di kalangan anggota TNI-Polri," kata AKBP Cahyo di Jayapura, Senin.

Dia mengatakan sejak Senin (13/9) KKB kelompok Lamek Taplo baku tembak dan menyerang warga sipil yang bertugas sebagai tenaga kesehatan di Kiwirok.

Cahyo melanjutkan akibat penyerangan kepada nakes, seorang di antaranya bernama Gabriela Meilan meninggal dunia setelah terjatuh bersama tiga rekannya ke dalam jurang dan dianiaya kawanan KKB.

"Jenazah Gabriela baru berhasil dievakuasi Jumat (17/9) sore setelah mendapat bantuan pinjaman peralatan dari SAR Jayapura dan kini disemayamkan di rumah anggota Koramil Kiwirok," kata AKBP Cahyo.

Kapolres mengakui saat ini personel TNI-Polri yang bertugas di Kiwirok relatif cukup banyak setelah ada penambahan termasuk dari Brimob.

"Personel TNI-Polri sudah cukup banyak setelah satu peleton Brimob dan anggota TNI tiba di Kiwirok," katanya.

Kontak tembak antara anggota TNI-Polri dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali terjadi.