JPNN.com

Perwira Harus Mampu Membaca Arah Perubahan

Kamis, 15 Agustus 2019 – 07:00 WIB Perwira Harus Mampu Membaca Arah Perubahan - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Perwira harus memiliki kemampuan membaca arah perubahan. Artinya sebagai Perwira, Komandan, ataupun staf, harus mampu melihat perkiraan keadaan dengan memperhatikan tren perubahan.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat memberikan pengarahan kepada 1.226 peserta Sesko TNI, Sespimti Polri, Sesko Angkatan dan Sespimmen Polri, pada acara Program Kegiatan Bersama (PKB) Kejuangan yang bertemakan ”SDM Unggul-Indonesia Maju” di gedung Juang Yos Sudarso Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019).

”Apapun permasalahan yang mungkin terjadi di wilayah tanggung jawab kalian, dapat kalian antisipasi sebelumnya. Itulah pentingnya berkomunikasi, berkoordinasi, dan berkolaborasi dalam suatu upaya sinergis bersama kekuatan lain seperti Polri, Pemerintah Daerah, LSM, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta komponen bangsa lainnya,” kata Panglima TNI.

Panglima TNI mengatakan perang di masa depan membentuk peran militer semakin kompleks. Memahami strategi militer saat ini, sama dengan memahami pertempuran di era hiperkonektivitas, evolusi teknologi yang semakin cepat, dengan adanya revolusi industri, serta munculnya perang hybrid dan asimetrik.

“Indonesia adalah negara besar ditinjau dari luas wilayah, jumlah penduduk, ragam budaya dan kekayaan alamnya. Diperlukan upaya besar untuk memperjuangkan kemerdekaannya dan menjaga tetap dalam wadah persatuan dan kesatuan,” ucap Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Marsekal TNI Hadi juga menyampaikan lingkungan strategis, tantangan dan ancaman akan terus berubah, sehingga peran TNI pun akan terus berubah, berevolusi menyesuaikan perkembangan zaman.

Menurut Hadi, pelaku peperangan tidak lagi diidentifikasi sebagai kekuatan militer saja, tetapi pihak-pihak yang memiliki kekuatan fisik maupun non-fisik bisa melakukan peperangan.

“Seperti perang politik, perang ideologi, perang media, perang informasi, perang opini, perang ekonomi atau perang dagang, perang hukum, dan lain-lain,” jelasnya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...