JPNN.com

Pesan dan Saran dari Buya Syafii untuk Kiai Ma'ruf

Senin, 15 Oktober 2018 – 15:05 WIB
Pesan dan Saran dari Buya Syafii untuk Kiai Ma'ruf - JPNN.com

jpnn.com, SLEMAN - Calon Wakil Presiden (Cawapres) Kiai Haji (KH) Ma’ruf Amin bersilaturahmi dengan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif. Pendamping Joko Widodo (Jokowi) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 itu menemui Buya Syafii di kediamannya, Perum Nogotirto Elok II, Gamping, Sleman, Yogyakarta, Senin (15/10) siang

Kiai Ma'ruf merupakan sahabat Buya Syafii sejak lama. Kedua tokoh itu sempat bersama-sama di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

“Beliau ini sahabat dekat saya, kebetulan bersama-sama di BPIP. Sama-sama anggota BPIP, cuma karena saya jadi cawapres, maka saya harus mundur dari BPIP. Itu aturannya,” ujar Kiai Ma’ruf usai pertemuan sekitar hampir satu jam dengan Buya Syafii.

Ma'ruf mengatakan, banyak hal yang dibahas dalam pertemuannya dengan Buya Syafii. Tokoh Nahdatul Ulama (NU) itu mengaku meminta masukan dari Buya Syafii.

“Beliau memberikan kepada saya banyak hal, karena saya memang meminta beliau memberikan saran dan pendapat. Kalau, ini kalau, terpilih menjadi calon wakil presiden, akan saya jadikan bahan pertimbangan di mana saya bersama Pak Jokowi mengelola negara,” kata Ma’ruf.

Selain itu, lanjut dia, Buya Syafii mengingatkan bahwa menjadi wakil presiden berarti berlaku untuk seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, Buya Syafii juga berpesan jika nanti terpilih menjadi wapres tetap menjaga kemajemukan.

“Walaupun bukan pendukung, katakan misalnya rival politik, tetap berlakukan yang sama. Dan juga harus merawat kemajemukan bangsa ini. Jangan sampai ada kelompok-kelompok yang didiskriminasi, tidak diberikan pelayanan," katanya.

"Itu saya kira sangat penting untuk menjaga dan merawat,” lanjut Kiai Ma’ruf menirukan pesan Buya Syafii.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
ara