Pesona Sebastian Kurz, Kepala Pemerintahan Termuda di Eropa

Pesona Sebastian Kurz, Kepala Pemerintahan Termuda di Eropa
Kanselir Austria Sebastian Kurtz. Foto: BBC

Kurz menjabat menteri luar negeri ketika berusia 27 tahun. Dia menjadi diplomat top paling muda di segala penjuru Eropa.

Sebagai menteri luar negeri, kiprah politikus lajang itu langsung mendunia dalam waktu singkat. Apalagi, ketika itu, Austria terlibat dalam perundingan penting terkait nuklir Iran. Tepatnya, menjadi tuan rumah pertemuan yang disorot dunia tersebut.

Aktif berinteraksi dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry tak membuat penduduk Austria kepincut pada kekasih Susanne Thier tersebut.

Austria baru jatuh cinta pada Kurz setelah kebijakan imigrasi yang dia terapkan pada 2015. Paham bahwa arus kedatangan pengungsi dan pencari suaka yang kian deras membuat rakyat waswas, Kurz menawarkan jaminan keamanan.

”Menteri Kurz memperketat aturan di perbatasan dan mengawasi gerakan politik Islam dengan lebih ketat. Terutama yang mendapatkan suntikan dana dari luar negeri,” tulis Associated Press kemarin (16/10).

Kebijakan yang dilabeli media sebagai Austria First karena mirip kebijakan Presiden AS Donald Trump, America First, itu membuat Kurz sukses merebut hati rakyat Austria. OVP menggunakan slogan tersebut untuk mendulang suara.

Per 1 Juli lalu, OVP mendaulat Kurz sebagai ketua. Strategi itu pulalah yang sukses mengantarkan OVP ke kursi pemenang pada pemilu Minggu. Dari posisi ketiga, OVP kini berada di peringkat pertama.

Semua itu berkat citra positif Kurz sebagai pemimpin muda yang pro-rakyat Austria. Dia juga memahami rakyat yang butuh diprioritaskan di tengah banjir pengungsi dan pencari suaka di Austria.

Sebastian Kurz kini tercatat sebagai milenial pertama di dunia yang duduk di kursi kepala pemerintahan

Sumber Jawa Pos

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News