Petaka Real, Karma dari Villa

Petaka Real, Karma dari Villa
Petaka Real, Karma dari Villa
Bisa dibilang, kehancuran Real di tangan penyerang berjuluk El Guaje (Si Bocah) itu, adalah karma akibat kesalahan yang dibuat manajemen Real sebelumnya. Tiga tahun lalu, tepatnya pada awal musim 2007, Valencia pernah menawarkan Villa ke Los Blancos - julukan Real. Tapi, transfer itu batal karena harga Villa dianggap terlalu mahal.

Ya, kala itu Valencia memasang banderol mencapai GBP 45 juta, atau setara dengan Rp 623,35 miliar. Real yang saat itu dipimpin Ramon Calderon, hanya bisa menyediakan Rp 554 miliar. Selain harganya terlalu mahal, pelatih anyar Real (saat itu), Bernd Schuster, tidak menyukai gaya Villa. "Dia seperti pemain yang tidak punya ambisi untuk menang," cetus Schuster saat itu.

Tapi setelah batal bergabung ke Real, Villa justru semakin moncer. Setahun berselang, dia menjadi top scorer Euro 2008 dengan empat gol. Prestasi itu berlanjut di Piala Dunia 2010. Yang mengejutkan, beberapa saat sebelum Piala Dunia, Valencia justru melepasnya ke Barcelona dengan harga yang dulu disanggupi Real. (na)

BARCELONA - David Villa menjadi sumber malapetaka Real Madrid. Dua gol yang dicetaknya dalam kurun waktu tiga menit, benar-benar memungkasi perlawanan


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News