Petani Bawang Putih di Magelang Makin Bergeliat

Petani Bawang Putih di Magelang Makin Bergeliat
Petani bawang putih di Magelang, Jawa Tengah. Foto: Humas Kementan

“Sejauh ini kemitraan berjalan lancar dan tidak ada kendala yang berarti lapangan. Baik importir maupun petani sama menjaga komitmen bersama,” ungkapnya.

Pernyataan yang sama dikatakan oleh Awalin, ketua Poktan Sido Maju dan Farikhin, ketua Poktan Sido Luhur yang saat ini bermitra dengan salah satu importir yang komit dengan wajib tanamnya.

“Kami mendapat Rp 50 juta per hektare untuk kebutuhan benih, saprodi dan tenaga kerja. Ini Alhamdulillah sesuai dengan kesepakatan kerjasamanya,” terangnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Magelang, Wijayanti mengatakan pihaknya wellcome terhadap kerja sama kemitraan pelaku usaha importir dengan petani bawang putih.

“Hasilnya realisasi tanam melalui APBN 2018 seluas 300 hektare dan wajib tanam importir seluas 1.356 hektare,” jelasnya.

Dirjen Hortikultura, Suwandi yang dihubungi terpisah menyatakan pola kemitraan ini sangat bagus dan menguntungkan kedua belah pihak. Pelaku usaha menyiapkan modal dan tata niaganya, sedangkan petani melakukan budidaya sehingga kemitraan terus berjalan secara berlanjutan

“Sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, pihaknya mengaku terus mengembangkan bawang putih secara bertahap untuk mencapai swasembada dan kesejahteraan petani. Target swasembada pada 2021 ditanam 80 ribu hektare,” sebutnya.

Suwandi mengungkapkan pada 2018 Kementan siap mengembangkan kawasan bawang putih dari APBN seluas 6.100 hektare lebih.

“Pelaku usaha wajib tanam 7.400 hektare, juga ada tanam petani swadaya dan investor,” terang Suwandi.(jpnn)


Kabupaten Magelang di Jawa Tengah ternyata menjadi salah satu sentra penghasil bawang putih terbesar di Indonesia pada dekade 80 - 90-an.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News