Selasa, 11 Desember 2018 – 09:08 WIB

Petani Bawang Putih di Magelang Makin Bergeliat

Selasa, 12 Juni 2018 – 12:05 WIB
Petani Bawang Putih di Magelang Makin Bergeliat - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Tidak banyak yang tahu Kabupaten Magelang, dulunya salah satu sentra penghasil bawang putih terbesar di Indonesia pada dekade 80 - 90-an. Sentra utama berada di lereng gunung Sumbing yaitu Kecamatan Kaliangkrik dan Windusari pada ketinggian di atas 1.000 mdpl. Namun seiring dengan mulai masuknya bawang putih impor 1995-an, kejayaan bawang putih Magelang berangsur surut.

Kini, geliat kebangkitan bawang putih di dua kecamatan tersebut mulai menghasilkan. Selain cabai dan hortikultura lain, kini petani setempat makin atraktif dengan tanam bawang putih secara masif, sentranya di Kecamatan Kaliangkrik dan Windusari.

Masuknya pelaku usaha importir yang berinvestasi bawang putih turut mendorong petani bangkit kembali tanam sekaligus turut mendukung pencapaian target swasembada tahun 2021.

Total sampai dengan saat ini terdapat 14 perusahaan yang memiliki komitmen tanam di Magelang. Dalam kurun waktu 1 tahun, mulai terlihat hasilnya. Varietas lokal yang ditanam seperti lumbu hijau, lumbu kuning, lumbu putih, tawangmangu baru mampu berproduksi rata-rata mencapai 7 ton per hektar.

Meskipun masih di bawah rata-rata Sembalun dan Temanggung, namun dengan budidaya yang baik maka produktivitas diyakini akan meningkat.

Jika sebagian besar menikmati hasil dari pertanaman menggunakan benih lokal, Kabar baik datang dari uji benih impor asal Taiwan jenis Great Black Leaf yang ditanam di Temanggung, terbukti adaptif dengan produktivitas mencapai 10 ton per hektare. Benih Taiwan ini bisa menjadi salah satu alternatif bila benih lokal kurang di pasaran.

Salah satu champion bawang putih di Magelang, Tunov sangat mengapresiasi progam wajib tanam 5 persen bawang putih oleh pelaku usaha importir dikarenakan petani cukup diuntungkan dengan pola kemitraan ini.

SHARES
TAGS   kementan
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar